Pedagang dalam Perayaan Cap Go Meh Glodok Senang karena Raup Banyak Keuntungan

Sejak Cap Go Meh digelar, Selasa (19/2/2019), para pedagang mengaku sejumlah stand ramai dikunjungi.

Pedagang dalam Perayaan Cap Go Meh Glodok Senang karena Raup Banyak Keuntungan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Stand makanan memang banyak dikunjungi oleh pengujung yang datang ke Cap Go Meh, sehingga mereka menganggap, hal ini suatu berkah yang diterima oleh para pedagang. 
Cap Go Meh yang digelar di kawasan Glodok, Jakarta Barat tak hanya membuat pengujung terhibur, melainkan mendatangkan berkah bagi para pedagang sekitar.
Sejak Cap Go Meh digelar, Selasa (19/2/2019), para pedagang mengaku sejumlah stand ramai dikunjungi.
Hal itu dikatakan oleh salah satu pedagang makanan Sofyan (35).
Setelah membuka stand pada Selasa kemarin, ia mengaku, jumlah pengujung yang datang cukup banyak.
"Kalo makanan sosis bakar, burger memang banyak banget yang beli. Hingga hari ini, juga lumayan ramai, kalo dibilang berkah, ya alhamduliah sih mas," kata Sofyan, Rabu (20/2/2019)
Namun dirinya tak bisa memastikan berapa omset yang didapat saat membuka stand di acara Cap Go Meh ini.
Stand makanan memang banyak dikunjungi oleh pengujung yang datang ke Cap Go Meh, sehingga mereka menganggap, hal ini suatu berkah yang diterima oleh para pedagang.
Di lain sisi, rupanya keberkahan itu tidak dirasakan oleh Kamaruddin (30) salah satu pedagang baju. Ia mengaku hingga dua hari ini hanya menjual 15 stel baju khas tionghoa.
"Kalo saya malah sepi, ngak begitu ramai, dari kemarin ya begini aja, tapi saya ngak tahu ya, karena kan kemarin saya di Bogor ini yang jaga adek saya, bilang ya ngak begitu ramai malah kalo dibilang ramean yang di bogor," ujarnya.
Ia mengatakan, saat berada di Bogor, dalam satu hari, ia dapat menjual setidaknya 20 stel baju, namun hal itu dirasakan berbanding terbalik apa yang dirasakan di acara Cap Go Meh Glodok hari ini.
Meski begitu dirinya mengaku tak ambil pusing jika pemasukan yang ada tak mencapai target, ia mengaku, barang yang tidak terjual masih dapat ia jual kembali di toko miliknya.
"Kalo saya sih ikut event gini, ngak nyari keuntungan, emang buat memeriahkan aja, selebihnya kalo ngak ke jual, dijual lagi di toko, karena saya kan emang punya toko baju, atau ngak lempar ke online," ucapnya.
 
 
 
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved