Eceng Gondok Tumbuh Liar di Waduk Pluit

Penanganan eceng gondok terkendala Waduk Pluit yang mengalami pendangkalan akibat debit air yang mengalami penurunan.

Eceng Gondok Tumbuh Liar di Waduk Pluit
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Waduk Pluit, Penjaringan, Jakut dipenuhi tanaman eceng gondok liar, Kamis (21/2). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

PENJARINGAN, WARTA KOTA -- Tanaman eceng gondok tumbuh liar di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (21/2).

Penanganan eceng gondok terkendala Waduk Pluit yang mengalami pendangkalan akibat debit air yang mengalami penurunan.

Pantauan di lokasi, tanaman eceng gondok kebanyakan berada di sisi selatan dan berkerumun di sejumlah titik seperti membentuk pulau. Tanaman itu mengapung bersama dengan sampah plastik yang juga muncul di permukaan .

Seorang warga, Jimi mengatakan tanaman eceng gondok itu belakangan muncul sejak dua minggu terakhir. Hujan yang turun sejak beberapa waktu terakhir membuat eceng gondok tumbuh subur meski sudah dibersihkan setiap hari.

“Ya namanya eceng, setelah dibersihkan pasti tumbuh lagi tumbuh lagi. Kalau musim hujan memang begitu, cepat tumbuhnya setiap hari. Padahal tiap hari juga sudah ada empat backhoe yang turun,” ujar Jimi.

PJLP Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara, Taryana mengakui tanaman eceng gondok itu sudah lama ada di Waduk Pluit. Sementara petugas sudah sering membersihkan waduk dari eceng gondok meski belum optimal.

“Jadi mereka itu kayak hidup lebih cepat dan menjalar gitu, bukan muncul tiba-tiba gitu, bukan. Memang sudah dasarnya eceng gondok muncul di Waduk Pluit,” ujar Taryana yang biasa bertugas di Waduk Pluit.

Pemantau UPK Badan Air Kecamatan Penjaringan Nicolas mengatakan bahwa pihaknya kesulitan menangani tanaman eceng gondok karena adanya pendangkalan akibat debit air yang mengalami penjrunan secara drastis.

“Jadi alat kita enggak bisa beroperasi sampai tengah sini,” kata Nicolas.

Nicolas menjelaskan alat yang biasa digunakan membersihkan eceng gondok tidak bisa dioperasikan karena terkendala dangkalnya Waduk Pluit.

Mereka baru akan bergerak apabila eceng gondok terdorong ke bagian waduk yang masih dalam.

“Hanya sebisa kita saja, semaksimal mungkin yang masih bisa dijangkau alat,” ujarnya.

Namun demikian, setidaknya ada 5-6 truk per hari yang mengangkut eceng gondok dari Waduk Pluit. Petugas akan tetap membersihkan eceng gondok dari Waduk Pluit meski cuaca yang kerap hujan membuatnya tumbuh subur. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved