Liputan Eksklusif Metromini dan Kopaja

Dulu Beli Kopaja Rp 100 Juta, Sekarang Dikiloin Jadi Besi Paling Dihargai Rp 10 Juta

Efendi, pemilik lima armada Kopaja menyatakan enggan bergabung lantaran harga satu bus yang ditawarkan dinilainya cukup mahal.

Dulu Beli Kopaja Rp 100 Juta, Sekarang Dikiloin Jadi Besi Paling Dihargai Rp 10 Juta
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Dua buah Kopaja ini pun termasuk bagian dari ratusan kendaraan roda empat dan kendaraan bus serta truk yang menjadi bangkai teronggok lama di Terminal Rawa Buaya, Kamis (30/11). 

Agar terus bertahan hidup di Ibu Kota, pengusaha Metromini dan Kopaja bisa melakukan peremajaan armada angkutannya.

PEREMAJAAN angkutan umum sudah diamanatkan lewat Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

Peremajaan dimulai sejak 2016 dengan tenggat waktu tiga tahun.

Namun, para pemilik bus Kopaja tengah memikirkan langkah untuk kembali bergabung dan mengganti armadanya dengan Trans Kopaja atau dikenal juga dengan sebutan Minitrans.

Efendi, pemilik lima armada Kopaja menyatakan enggan bergabung lantaran harga satu bus yang ditawarkan dinilainya cukup mahal.

"Saya dengar-dengar sih Rp 80 juta ya kalau mau gabung," kata Efendi di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Pengakuan Sopir Kopaja di bawah manajemen PT Transjakarta, Gaji Kami Cuma Rp 125.000 per Hari

Sopir Kenang Era Kejayaan Metromini dan Kopaja di Jakarta: Dulu Nyari Rp 250.000 Cuma Setengah Hari

Oleh sebab itu, Efendi berniat untuk menjual bus tersebut kepada pengusaha besi agar armadanya yang tak boleh dioperasikan itu--karena usianya sudah lebih dari 10 tahun--masih bisa menghasilkan uang meski jumlahnya tak banyak.

"Lima tahun lalu saya beli satu bus Rp 100 juta. Sekarang kalau mau dikiloin cuma dapat Rp 10 juta. Mau bagaimana lagi," keluhnya.

Pemilik bus Kopaja lainnya, Rusmanto menuturkan akan meminjam uang kepada bank agar bisa membantunya menyicil bus.

Menurutnya komponen pembayaran dibagi menjadi dua yakni Rp 40 juta untuk membayar mobil dan Rp 40 juta sebagai biaya operasional.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved