Wisata

Bitung, Kota Multi Etnis dengan Sajian Wisata Religi, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang

Kota multi etnis Bitung memiliki bangunan tua yang masih berfungsi, seperti Masjid Jami' An-Nur, Gereja Masehi Injili di Minahasa, dan Tugu Jepang.

Bitung, Kota Multi Etnis dengan Sajian Wisata Religi, dari Masjid dan Gereja Tua hingga Tugu Jepang
Kompas.com/Skivo Marcelino Mandey
Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pniel Manembo-Nembo, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara. 

"GMIM Pniel salah satu Gereja tertua di Kota Bitung. Kapan didirikan Gereja ini saya kurang tahu persis. Tapi, berdasarkan peringatan HUT Jemaat disepakati tanggal 1 November 1903. Jadi, tahun ini sudah 116 tahun."

PESONA wisata religi dan kebudayaan di Kota Bitung, Sulawesi Utara, dipelihara dengan baik hingga saat ini.

Kota yang dikenal multi etnis ini memiliki bangunan tua yang masih berfungsi. Di antaranya, Masjid Jami' An-Nur di Kota Bitung, persisnya berlokasi di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian.

Lalu ada Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pniel Manembo-Nembo, Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari.

Tak terkecuali Tugu Jepang di Kota Bitung, tepatnya di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Manembo-nembo.

Pulau Lembeh Nan Elok Bentengi Kota Bitung di Ujung Pulau Sulawesi

1. Masjid Jami' An-Nur

TAMPAK depan Masjid Jami An-Nur di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
TAMPAK depan Masjid Jami An-Nur di Kelurahan Girian Bawah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara. (Kompas.com/Skivo Marcelino Mandey)

Masjid Jami' An-Nur, diperkirakan sudah ada sebelum Indonesia merdeka, pada tahun 1940. Pemberian nama dari Masjid ini berasal dari pendiri Yayasan Alkhairat, Idrus bin Salim Al-Jufri.

"Beliau datang dari Palu. Diberi nama Masjid ini sekitar 74 tahun lalu, beliau datang ke sini. Jadi sekitar tahun 1944," kata Imam Masjid Ramli Momondo, saat diwawancarai wartawan, Senin (18/2/2019) siang.

Masjid ini sudah pernah direnovasi. Menariknya, ada empat tiang yang terbuat dari kayu yang terletak di dalam Masjid tetap dipertahankan.

Hanya saja, empat tiang itu sudah dibungkus dengan beton.

Mimbar yang ada di Masjid itu juga tetap dipertahankan hingga saat ini.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved