Mengurai Kemacetan Butuh Jaringan LRT di Jakarta Sepanjang 200 Kilometer

Mengurai kemacetan butuh jaringan LRT di Jakarta sepanjang 200 kilometer yang menghubungkan Jakarta dan kota penyangganya.

Mengurai Kemacetan Butuh Jaringan LRT di Jakarta Sepanjang 200 Kilometer
Warta Kota/Alex Suban
Pembangunan stasiun di jalur LRT Jabodebek. 

Agar kemacetan di Jakarta dapat diurai, kebutuhan transportasi massal menjadi jawaban seperti pembangunan LRT. Dibutuhkan jaringan sepanjang 200 kilometer untuk mengurai kemacetan.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Untuk mengurai kemacetan di Jakarta, dibutuhkan jaringan kereta layang ringan atau LRT di Jakarta sepanjang 200 kilometer.

Jaringan LRT sepanjang itu melayani Jakarta dan kota-kota penyangganya, yakni Bogor, Depok, dan Bekasi.

Saat ini panjang jaringan LRT yang sedang dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk. sebagai kontraktor LRT Jabodebek, masih kurang dari 50 kilometer.

Jalur sepanjang itu terdiri LRT Jabodebek tahap I sepanjang 44,5 kilometer dan LRT Jakarta 5,8 kilometer.

Penyebab Arumi Bachsin Keguguran, Wajahnya Sempat Pucat dan Kini Dirawat di RSIA Kendangsari

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk., Budi Harto, mengatakan pembangunan jaringan LRT sepanjang 200 kilometer itu ada pertimbangannya.

Membangun jaringan sepanjang 200 kilomter dengan mempertimbangkan pesatnya perkembangan wilayah Jakarta dan kota-kota penyangganya yang diikuti oleh tingginya mobilitas penduduk.

Budi mengatakan, kebutuhan akan transportasi massal seperti LRT ini sudah sangat mendesak sebelum kemacetan lalu lintas menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Kerugian akibat pemborosan bahan bakar minyak (BBM) akibat kemacetan lalu lintas ini sepanjang tahun bisa mencapai Rp 30 triliun," kata Budi baru-baru ini.

Minta Dilibatkan saat Penindakan, Aspija Berencana Audensi dengan Gubernur dan DPRD

Angka kerugian tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai investasi yang harus dikeluarkan untuk pembangunan LRT Jabodebek tahap I sebesar Rp 27 triliun yang mampu mengangkut 500.000 orang per harinya.

Namun, Budi tak menampik bahwa membangun jaringan LRT tidak semudah membalikkan telapak tangan lantaran banyak hal yang perlu dipertimbangkan diluar besaran nilai investasi.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved