Pilpres 2019

Fadli Zon Akhiri Polemik Doa yang Ditukar karena Terus Dipelintir dan Difitnah Musuh Politik

Menurut Fadli Zon, tidak perlu punya keterampilan bahasa yang tinggi untuk mengetahui siapa “kau”, “kami” dan “-Mu” di situ.

Fadli Zon Akhiri Polemik Doa yang Ditukar karena Terus Dipelintir dan Difitnah Musuh Politik
Warta Kota/Rangga Baskoro
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon meluruskan puisi Doa yang Ditukar. 

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengakhiri polemik terkait puisi karya dia, Doa yang Ditukar. 

"Puisi saya, “Doa yang Ditukar”, hingga hari ini terus digoreng oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan fitnah dan memanipulasi informasi," katanya, Senin (18/2/2019).

Fadli Zon menyatakan, dia difitnah sebagai telah menyerang K.H. Maimoen Zubair melalui puisi tersebut.

"Tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal, mengingat saya sangat menghormati K.H. Maimoen Zubair dan keluarganya," katanya.

Untuk menghindari agar fitnah tersebut tak dianggap sebagai kenyataan, Fadli Zon merasa perlu untuk menyampaikan klarifikasi tertulis sebagai berikut:

1. Saya sangat menghormati K.H. Maimoen Zubair, baik sebagai ulama, maupun sebagai pribadi yang santun dan ramah.

Beberapa kali saya bertemu dengan beliau.

Beberapa di antaranya kebetulan bahkan bertemu di tanah suci Mekah, di pesantren Syekh Ahmad bin Muhammad Alawy Al Maliki, di Rusaifah.

2. Di tengah pembelahan dikotomis akibat situasi perpolitikan di tanah air, saya selalu berpandangan agar penilaian kita terhadap para ulama sebaiknya tidak dipengaruhi oleh penilaian atas preferensi politik mereka.

Hormati para ulama sama seperti halnya kita menghormati para guru atau orang tua kita.

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved