BPK RI Harap Pelayanan Air Bersih Bisa Menyentuh Kaum Marginal

"Sikap BPK adalah mendukung sepenuhnya sikap Gubernur DKI untuk mengambil alih pengelolaan air minum, nanti dielaborasi oleh beliau," ujar Rizal

BPK RI Harap Pelayanan Air Bersih Bisa Menyentuh Kaum Marginal
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Rizal Djalil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Auditorium BPK RI, Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda Putri

GAMBIR, WARTA KOTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengambil alih pengelolaan air bersih Ibu Kota.

Air yang selama puluhan tahun dikelola oleh pihak swasta PT Aetra Jakarta dan PT Palyja kini dipercayakan kepada PAM Jaya.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Rizal Djalil mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah Pemprov DKI Jakarta ini.

Bahkan BPK RI siap membantu langkah Pemprov dalam pengelolaan ari bersih kedepannya.

"Sikap BPK adalah mendukung sepenuhnya sikap Gubernur DKI untuk mengambil alih pengelolaan air minum, nanti dielaborasi oleh beliau," ujar Rizal di Auditorium BPK RI, Gatot Subroto Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

"Bagaimanapun BPK siap bantu Gubernur, apapun yang perlu kami lakukan dalam konteks itu, sehingga proses pengambil alihan itu menjadi kredibel dan akuntabel" tambah Rizal.

Ia berharap dengan diambil alih Pemprov DKI Jakarta, pengelolaan air bersih di DKI kedepannya lebih baik dari sebelumnya sehingga bisa mencakup semua lapisan masyarakat termasuk kaum miskin di Ibu Kota.

"Tentu kita berharap cakupan air minum di DKI Jakarta semakin luas, semakin mendekati masyarakat Marjinal yang memang membutuhkan itu karena saat ini masih banyak masyarakat kita yang belum memperoleh air yang sebenarnya hak mereka," ungkap Rizal.

Bahkan dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya menjamin pasokan air bersih untuk warga Ibu Kota bisa terpenuhi kedepannya.

"Memastikan pasokan air minum untuk seluruh warga harus menjadi prioritas utama. Ini sebuah berkah tersendiri," kata Anies.

Diketahui data yang dihimpun dari PAM Jaya saat ini ada 40 persen warga DKI yang tak kebagian air bersih.

Wilayah yang krisis air bersih ini diantaranya Jakarta Barat yakni Kamal, Tegal Alur dan Pegadungan.

Selain itu ada juga di Jakarta Utara yakni Kamal Muara, Muara Angke dan Muara Baru.

"Ini PR tersendiri karena ada 40 persen lebih warga yang belum (terjangkau air bersih). Karena itu lah mengapa kita harus pastikan dua hal, pertama yang 60 persen itu kuantitasnya tidak menurun dan kualitasnya meningkat. Sebab Kualitas air Citarum dan Tarum Barat menjadi kunci kualitas air Jakarta," kata Anies. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved