Bertemu Anang Hermansyah, Jerinx 'SID' Tetap Tolak RUU Permusikan

Ketika bertemu Anang Hermansyah, anggota DPR yang mengagas RUU Permusikan, Jerinx mengungkapkan penolakannya. Penabuh drum SID itu juga berdamai.

Bertemu Anang Hermansyah, Jerinx 'SID' Tetap Tolak RUU Permusikan
Instagram @nandapersada
Anang dan Ashanty berpose bersama Sandrina Malakiano dan Jerinx 'SID' 

Penabuh drum band Superman is Dead (SID) Jerinx menolak draf Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan. Sikap Jerinx tersebut seperti sebagian besar musisi lainnya di Indonesia yang juga meminta supaya RUU tersebut segera dibekukan secepatnya.

Pengakuan Jerinx itu terungkap ketika bertemu Anang Hermansyah (49) di sebuah tempat di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Senin (18/2/2019). Jerinx dan Anang saling bertemu sekaligus meredakan urat-syaraf yang sempat tegang beberapa hari terakhir ini.

"Soal RUU Permusikan itu Jerinx tetap menolak," kata Nanda Persada, Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (Immarindo), saat berbincang melalui telepon, Senin malam. Selain Nanda, di pertemuan Anang dan Jerinx juga dihadiri Ashanty Siddik (34), penyanyi dan istri Anang, bekas presenter televisi Sandrina Malakiano dan Sanur Bersatu.

Ketika bertemu, Anang dan Jerinx sempat saling berkata keras, bahkan tidak jarang saling mencela. "Saat Jerinx melemparkan smash, Mas Anang memilih bertahan. Begitu juga sebaliknya. Tapi semua berakhir damai," jelas Nanda.

Akhirnya Anang Hermansyah Bertemu Jerinx di Bali dan Sepakat Berdamai

Seperti sebelumnya, di kesempatan tersebut, Anang juga menyatakan kepada Jerinx untuk membekukan sementara draf RUU Permusikan sampai digelar Musyawarah Musik Indonesia. "Mas Anang tetap meminta para musisi terus mengkritisinya," kata Nanda.

Di pertemuan bernama 'Konferensi Meja Potlot' yang digelar di Markas Slank, Jalan Potlot, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, 12 Februari 2019 malam, Anang yang menggagas dibuatnya RUU Permusikan bertemu para musisi negeri ini, diantaranya para personel Slank, Band Kidnap Katrina hingga Endah Widiastuti (vokalis Endah N Rhesa) dan Soleh Solihun.

Mereka menyepakati tiga hal. Kesepakatan pertama adalah, mendesak DPR agar segera melakukan pembatalan RUU Permusikan serta seluruh proses yang tengah dijalankan di parlemen sambil menunggu dilaksanakan Musyawarah Musik Indonesia.

Kedua, menggelar Musyawarah Musik Indonesia yang dihadiri para pemangku kepentingan dari Sabang sampai Merauke dengan agenda utama diantaranya menyerap aspirasi sekaligus menyepakati atau tidak menyepakati dibentuknya aturan tertulis yang akan mengatur tata kelola industri musik Indonesia.

Dan kesepakatan ketiga adalah, melakukan pemetaan ulang permasalahan yang sedang terjadi saat ini di industri musik Indonesia sebagai salah satu cara untuk mencari solusi terbaik.

Penulis: Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Editor: irwan wahyu kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved