Pilpres 2019

Singgung Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, PBNU Sarankan Fadli Zon Minta Maaf ke Kiai Maimoen Zubair

Sebagai yang masih muda sebaiknya Fadli Zob meminta maaf dan segera `sowan` kepada KH Maimoen Zubair di Sarang, Rembang.

Singgung Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, PBNU Sarankan Fadli Zon Minta Maaf ke Kiai Maimoen Zubair
photocollage/wartakotalive.com/@fadlizon
Puisi Ahmad Dhani yang ditulis Fadli Zon Selasa (29/1/2019) pagi ini. 

PBNU sarankan Fadli Zon minta maaf. Helmy Faishal Zaini menyarankan Fadli Zon meminta maaf kepada ulama kharismatis KH Maimoen Zubair. Meski diyakini KH Maimoen Zubair sudah memaafkan Fadli Zon. Puisi "Doa yang Tertukar" dinilai menyinggung perasaan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini menyarankan Fadli Zon agar meminta maaf soal puisi berjudul "Doa yang Tertukar" yang mengaitkan dengan KH Maimoen Zubair.

"Ya, sebagai yang masih muda sebaiknya yang bersangkutan meminta maaf dan segera `sowan` kepada Mbah Moen," kata Helmy kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Dia meyakini, Kiai Maimoen sudah memaafkan tanpa dimintai maaf tapi etika dan adab mengajarkan untuk meminta maaf apalagi kepada yang lebih sepuh dan alim.

Menurut Helmy Faishal Zaini, Fadli yang menulis puisi tersebut menyinggung perasaan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Avner Raweyai Blusukan Door to Door Ajak Warga Jakarta Utara Memilihnya di Pemilu 2019

Terbongkar, KTP Elektronik yang Belum Diambil Pemiliknya di Jakarta Utara Dicetak Tahun 2018

7 Fakta Ini Menjelaskan, Maruf Amin Mustahil Diganti Ahok BTP di Tengah Jalan

Puisi tersebut jika dilihat dari konteks rangkaian peristiwa, tentu sangat berkaitan dengan apa yang terjadi di Sarang, Rembang.

Helmy menilai bahwa tindakan Fadli Zon yang membuat puisi polemis tersebut sangat tidak pantas.

"Kami menilai puisi itu sarat dengan muatan ketidaksopanan dan menyinggung keluarga besar Nahdlatul Ulama," kata Helmy Faishal Zaini.

"Sebab Mbah Moen adalah kiai sepuh dan ulama karismatik yang sangat kami hormati di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kita harus menghormati beliau," kata Helmy Faishal Zaini.

Pramono: jangan apriori

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved