Pilpres 2019

Prabowo: Inti Masalah Indonesia Adalah Mengalirnya Kekayaan Nasional ke Luar Negeri

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto Subianto tidak henti-hentinya mengatakan bahwa banyak kekayaan Indonesia lari ke luar negeri.

Prabowo: Inti Masalah Indonesia Adalah Mengalirnya Kekayaan Nasional ke Luar Negeri
Reuters via dw.com
PRABOWO Subianto 

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto Subianto tidak henti-hentinya mengatakan bahwa banyak kekayaan Indonesia lari ke luar negeri, sejak puluhan tahun lalu. 

Kali Ini Prabowo Subianto mengatakannya dalam Pidato Kebangsaan di semarang, Jawa Tengah, Jumat, (15/2/2019).

"Puluhan tahun ternyata kekayaan kita kebanyakan mengalir ke luar Indonesia. Ini yang saya sebut masalah, inti permasalahan negara Indonesia adalah mengalirnya kekayaan nasional," ujar Prabowo Subianto.

Protes Tindakan Kasar Sekuriti, Pengemudi Ojol Geruduk Mal di Tebet

Mantan Danjen Kopassus TNI AD itu bahkan berani membuktikannya secara matematis, soal banyaknya kekayaan yang lari ke luar negeri. Pemerintah pun, menurut Prabowo Subianto, mengakui adanya uang yang lari ke luar negeri.

"Menkeu RI yang menjabat pemerintah ini mengakui bahwa ada belasan triliun. Jadi membuktikan masalah ini," katanya.

Prabowo Subianto mengatakan, perlu ada peringatan kepada pemerintah agar larinya uang ke luar negeri tidak terus berlanjut. Larinya uang ke luar negeri ibarat tubuh yang kehilangan darah secara bertahap.

Istri Mengaku Tak Pernah Dikasih Uang oleh Andika eks Kangen Band

"Kalau badan tiap hari kehilangan darah, 10 cc, 10cc, 10cc, ujungnya badan itu collapse dan mati. Kalau kekayaan kita terus keluar, tidak ada biaya untuk menghidupkan 260 juta lebih manusia yang lahir, 3,5 juta mulut baru tiap tahun," paparnya.

Prabowo Subianto lantas mengibaratkan negara seperti badan, dalam pidato kebangsaannya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2/2019).

Menurut Prabowo Subianto, menjaga atau mengelola negara sama halnya dengan menjaga badan kita sendiri.

Prabowo Ditolak Masjid Kauman Semarang, Maruf Amin: Kalau Jumatan Bawa Pamflet Ya Tidak Boleh

"Para ahli sejarah ratusan tahun mengatakan bahwa negara ibarat badan, disebut the body politic. Jadi, sama dengan badan manusia tadi. Badan manusia ada saat dilahirkan, ada saat tumbuh, ada saat sehat, ada saat sakit, dan ada saat punah," tuturnya.

"Ini adalah gerak alam yang dijanjikan bagi mereka yang beragama oleh Tuhan yang maha besar, yang maha kuasa. Sama, negara dilahirkan, negara tumbuh, negara berkembang, negara membangun, negara mencapai tingkat kesejahteraan, tingkat kemakmuran, tingkat kejayaan, atau tingkat keterpurukan," sambungnya.

Menurut Prabowo Subianto, sama seperti badan, pemimpin negara harus berkonsultasi kepada ahli atau pakar bila ada masalah. Bila badan sakit, maka menurutnya berkonsultasilah ke dokter, perawat, atau dukun.

Menaker Hanif Dhakiri: Jokowi Belum Sampai Lima Tahun, Sudah Tercipta 10.500.000 Lapangan Kerja

"Kalau enggak ada dokter, minimal ke perawat atau ahli, atau ada juga yang ke dukun. Kadang-kadang dukun lebih ampuh daripada dokter, kadang-kadang, ini media jangan dipelintir. Ini saya diadu domba dengan dokter. Prabowo menganjurkan ke dukun saja, enggak bener. Namun harus diakui, kadang ada dukun juga yang efektif, dukun patah tulang, dan sebagainya," seloroh Prabowo Subianto.

Menurut Prabowo Subianto, bila kemudian dokter menyebutkan ada salah satu anggota badan yang sakit, maka kemudian jangan disalahkan dokternya. Reaksi orang waras, menurut Prabowo Subianto, tidak akan memarahi dokter apabila didiagnosa mengidap penyakit tertentu.

"Jadi saudara-saudara orang yang marah-marah sama dokter ini kira-kira selamat atau tidak? Negara juga seperti itu," paparnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved