Kebakaran

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas Akibat Tiupan Angin dan Suhu Udara Panas

Lahan gambut di Desa Cot Seumeureng, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (15/2/2019), dilalap si jago merah.

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Meluas Akibat Tiupan Angin dan Suhu Udara Panas
ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Arsip Suasana kebakaran lahan gambut di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (30/1/2019). Komandan Korem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Aswardi menyebutkan pihaknya akan mengerahkan 150 prajurit dari jajaran Yonif 116/GS, Korem, Kodim serta Koramil untuk memadamkan kebakaran lahan gambut yang terjadi di kabupaten setempat. ( 

Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat meluas. Api makin meluas akibat tiupan angin dan suhu udara panas. Areal yang terbakar semula sekitar 2,8 hektar, kemudian meluas menjadi sekitar 4,5 hectar. Pemadaman mengalami kendala akibat tidak tersedianya sumber air.

LAHAN gambut di Desa Cot Seumeureng, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (15/2/2019), dilalap si jago merah.

Kobaran api makin meluas akibat tiupan angin dan suhu udara panas memicu pesebaran titik api.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kapolsek Samatiga AKP Iswar di Meulaboh mengatakan, kebakaran lahan semula sekitar 2,8 hektare, kemudian meluas sekitar 4,5 hectare di satu titik lokasi itu.

"Jumat sore anggota masih di lokasi dan berupaya melakukan pemadaman secara manual," kata AKP Iswar usai melakukan pemadaman titik api bersama anggotanya.

Terbongkar, KTP Elektronik yang Belum Diambil Pemiliknya di Jakarta Utara Dicetak Tahun 2018

7 Fakta Ini Menjelaskan, Maruf Amin Mustahil Diganti Ahok BTP di Tengah Jalan

Singgung Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, PBNU Sarankan Fadli Zon Minta Maaf ke Kiai Maimoen Zubair

AKP Iswar mengatakan, pihaknya Jumat malam memantau perkembangan di lokasi lahan terbakar ini.

Sejak Jumat pagi, belasan anggota Kepolisian Sektor Samatiga berjibaku memadamkan api yang terus meluas membakar lahan gambut kering.

Menurut AKP Iswar, tidak tersedianya sumber air membuat sulit dilakukan pemadaman secara maksimal.

Begitu pula, mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat juga tidak bisa menjangkau titik api kebakaran lahan gambut itu sehingga pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual.

"Tidak ada sumber air di lokasi, mobil damkar juga tidak bisa mencapai titik kebakaran. Cukup panas sehingga secara pelan-pelan pakai papan kayu untuk mendekati titik api," imbuh AKP Iswar.

AKP Iswar mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan penyebab kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di lokasi itu.

Selain itu, kata AKP Iswar, masyarakat yang memiliki tanah di lahan gambut selalu diingatkan untuk membuat sumur atau kanal yang bisa menampung air sehingga ketika terjadi kebakaran lahan terbantu dengan sumber air di sekitar lokasi.

"Kami masih mengumpulkan data sebab titik lokasi pertama terbakarnya lahan gambut ini belum diketahui. Jadi, belum bisa disimpulkan dibakar atau karena ada faktor lain karena suhu sangat panas, ditambah lagi angin," ujar AKP Iswar. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved