DKI Jakarta Belajar Pengelolaan Air Perkotaan ke Belanda

Pemerintah DKI Jakarta bekerjasama dengan Kerajaan Belanda dalam hal pengelolaan air perkotaan terpadu.

DKI Jakarta Belajar Pengelolaan Air Perkotaan ke Belanda
Warta Kota/Dody Hasanuddin
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, YM Rob Swartbol, berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai tanda dimulainya Dutch Training and Exposure Programme (DUTEP) tahap II gelombang ketiga. 

PALMERAH, WARTA KOTA - Pemerintah DKI Jakarta bekerjasama dengan Kerajaan Belanda dalam hal pengelolaan air perkotaan terpadu.

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) DKI Jakarta belajar tentang pengelolaan air terpadu dalam program Dutch Training and Exposure Programme (DUTEP) yang sudah memasuki tahap II gelombang ketiga.

Mereka belajar di Rotterdam, Belanda selama delapan hingga 10 minggu.

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, YM Rob Swartbol, membuka secara resmi program tersebut pada Kamis (14/2) dan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

DUTEP didukung oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan dilaksanakan
oleh konsorsium yang terdiri dari Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah
kota Rotterdam, Van Oord, Waterboard Delfland, Universitas Ilmu Terapan
Rotterdam, dan Nuffic Neso Indonesia.

Munurut Duta Besar Belanda, Rob Swartbol, kerjasama ini menggambarkan kesamaan semangat dan mentalitas Jakarta dengan Rotterdam.

"Secara umum telah memupuk kerja sama antara kedua kota, dan kita harus banyak belajar dari satu sama lain. Kami juga ingin mengirimkan orang-orang dari Belanda ke Indonesia agar proses pembelajaran bersama dapat ditingkatkan," tutur Rob Swartbol.

Sementara itu, Gubernur DKi Jakarta, Anies Baswedan berpesan kepada para staf yang akan diberangkatkan ke Belanda.

Anies meminta agar ASN DKI Jakarta dapat mengadopsi dan beradaptasi tentang ilmu pengelolaan air perkotaan terpadu yang mereka pelajari.

“Saat Anda kembali, jangan
hanya menerapkan pengetahuan Anda saja, tetapi juga selesaikan masalah
dengan pengetahuan dan pengalaman Anda. Program ini akan membantu
mengembangkan ide dan menerjemahkan ide menjadi narasi serta
mengubah narasi menjadi tindakan," ujar Anies.

DUTEP merupakan suatu kegiatan dimana para peserta mendapatkan
kesempatan untuk mempelajari perkembangan dan pendekatan-pendektan terbaru terkait pengelolaan air perkotaan terpadu.

Dimulai pada September 2014 sebagai tahap pertama hingga tahun 2016 dengan total 24 peserta.

Fase kedua berlangsung dari tahun 2017 hingga 2019 denga total 30 peserta.

DUTEP adalah contoh sempurna dari cara-cara baru kerja sama bilateral, di mana pendidikan tinggi dan pemerintah bekerja sama secara erat dalam suatu proyek.

Pada program ini semua organisasi yang
terlibat memberikan kontribusi untuk menjadikannya sukses. (DOD)

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved