Serpihan Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Bogor Dibawa Tim Labfor Polri, 1-2 Hari Dijanjikan Selesai

Nanti kami labfor dengan jibom bekerja sama untuk rekonstuksi kembali untuk menentukan jenis apa. Gak lama, 1 - 2 hari selesai

Serpihan Granat yang Tewaskan 2 Bocah di Bogor Dibawa Tim Labfor Polri, 1-2 Hari Dijanjikan Selesai
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tim Labfor Bareskrim Polri datangi tempat kejadian ledakan di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jumat (15/2/2019). 

Tim Labfor Bareskrim Polri datangi tempat kejadian granat meledak dan menewaskan dua bocah di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jumat (15/2).

Pantauan TribunnewsBogor.com, para petugas Labfor ini tampak memeriksa semua area yang berada di dalam garis polisi. Selain itu, pengambilan sampel juga tampak dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.

Tidak hanya di area dalam garis polisi, petugas ini juga tampak menyisir area luar karena serpihan dari daya ledak menyebar ke berbagai arah bahkan ke rumah-rumah warga.

“Kami memastikan, ini memang ada bekas ledakan ya, jadi kita bisa lihat. Kedua kita lihat ada lubang-lubang itu serpihan komponen kemudian kita temukan ada bekas panas tinggi karena kalau eksplosif itu panasnya bisa mencapai 2000 derajat celcius,” kata Kasubdit Bahan Peledak Bareskrim Mabes Polri Kompol Jakaria, di lokasi, kemarin.

Ia mengatakan bahwa sampel yang diambil akan diperiksa di laboratorium untuk memastikan jenis benda yang meledak tersebut.

Nantinya, kata dia, hasil pemeriksaan lab akan dibandingkan dengan referensi sekaligus memastikan benda yang meledak ini adalah benda militer atau bukan.

“Yang penting sekarang jenis apa yang meledak itu yang parlu kita analisa. Nanti kami labfor dengan jibom bekerja sama untuk rekonstuksi kembali untuk menentukan jenis apa. Gak lama, 1 - 2 hari sudah selesai,” ungkapnya.

Seperti diketahui granat meledak di Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis (14/2) siang akhirnya menewaskan dua bocah, dari tiga korban ledakan. Bocah pertama yang meninggal dunia di hari ledakan adalah Muhammad Mubarok (10 tahun), esok harinya disusul Muhammad Doni (14) yang meninggal dunia malam harinya. Satu bocah lagi Khoirul Islami (10) masih dirawat di RSUD Leuwiliang.

Granat itu meledak diduga karena dibuat mainan para bocah yang tak mengetahui betapa bahayanya benda tersebut.

Komandan Detasemen Peralatan (Dandenpal) Bogor, Letkol Asep Rahmatsyah, mengatakan bahwa benda yang meledak saat dimainkan oleh para korban ini merupakan granat pelontar atau granat GLM (grenade launcher mortir).

Halaman
12
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved