Menaker Hanif Dhakiri: TKA di Morowali Cuma 3.000, Tenaga Kerja Lokalnya 29 Ribu

MENTERI Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Dhakiri mengaku kesal atas isu Tenaga Kerja Asing (TKA) yang kerap beredar.

Menaker Hanif Dhakiri: TKA di Morowali Cuma 3.000, Tenaga Kerja Lokalnya 29 Ribu
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat menghadiri seminar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gedung Belavista, Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (14/2/2019) siang. 

MENTERI Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri Dhakiri mengaku kesal atas isu Tenaga Kerja Asing (TKA) yang kerap beredar. Terakhir, soal serbuan TKA di Morowali, Sulawesi Selatan.

Atas kabar itu, dirinya bersama Panglima TNI, Kapolri, dan DPR RI meninjau dan melakukan investigasi langsung ke sana beberapa waktu lalu.

"Hasil penyelidikan di Morowali Industrial Park (MIP) ditemukan fakta bahwa isu TKA yang selama ini beredar adalah tidak benar," kata Hanif Dhakiri saat menghadiri seminar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gedung Belavista, Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (14/2/2019) siang.

Tak Suka Disebut Cuma Jadi Alat, Maruf Amin: Emang Saya Pacul

Ia menjelaskan, dari total sekitar 32.000 tenaga kerja di sana, hanya ada sekitar 3.000 pekerja asing.

"Angka itu masih ideal karena lapangan kerja untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih jauh lebih tinggi," jelasnya.

Ia mengungkapkan, artinya kawasan Industri di Morowali membuka perluasan kesempatan kerja untuk TKI, sekaligus juga memberikan kesempatan untuk transfer pengetahuan dan teknologi, sehingga TKI bisa memiliki kompetensi lebih baik.

Disuruh Hakim Rujuk dengan Dipo Latief, Nikita Mirzani: Masa Aku Sama Sampah?

"Morowali itu asalnya lahan kosong, enggak ada apa-apa, daerah ekonomi rendah. Setelah ada industri di sana membuka banyak lapangan kerja buat warga kita warga sana," tuturnya.

Ia mengumpamakan Morowali dengan sebuah meja kosong. Kemudian, meja ini diletakkan makanan oleh investor asing sebanyak 32.000 lapangan kerja. 29.000 buat Indonesia, 3.000 buat mereka.

"Ada orang bilang ada TKA Cina ambil lapangan kerja Indonesia. Loh, Morowali itu asalnya seperti meja makan kosong. Itu yang punya makanan siapa, mereka hanya 3.000, masih sangat wajar dan ideal dengan pekerja Indonesia sebanyak 29.000," paparnya.

Maruf Amin: NU Kayak Kapal Nabi Nuh, Siapa Ikut Insyaallah Selamat Dunia Akhirat

Selain menciptakan lapangan kerja, kata Hanif Dhakiri, hadirnya investasi atau perusahan di Morowali membuat perekonomian di sana bertumbuh pesat. Angka pertumbuhan ekonomi di sana mencapai 18 persen.

"29.000 itu yang bekerja di pabrik, efek yang tidak langsung lebih dari 80 ribu warga di sana mendapatkan dampak ekonominya. Misal suppliernya perternakan, telur, dan lainnya untuk mensuplai makanan pekerja di tempat itu. Jadi jangan lagi goreng-goreng isu TKA Cina ilegal ini," bebernya.

Ia menambahkan, kasus Morowali itu menjadi contoh bertapa investasi itu penting. Sebab, adanya investasi itu secara tidak langsung akan menghadirkan lapangan kerja.

"Siapa saja investornya, baik Cina ataupun yang lainnya, pasti berdampak terhadap kemajuan ekonomi dan tercipatnya lapangan kerja. Intinya, TKA masih sangat aman terkendali tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Pengawasan dan penegakan hukum yang dilakukan pemerintah juga terus dilakukan," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved