WNI Dimutilasi di Malaysia

Mabes Polri Bersama PPATK Telusuri Arus Transfer Rekening Korban Mutilasi di Malaysia

Polri bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap kasus Nuryanto.

Mabes Polri Bersama PPATK Telusuri Arus Transfer Rekening Korban Mutilasi di Malaysia
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU --- Polri bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap kasus Nuryanto.

Nuryanto merupakan bos tekstil asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menjadi salah satu dari dua korban mutilasi di Malaysia.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo melalui keterangan pers tertulisnya.

"Selain itu kami melakukan penelitian lebih mendalam terhadap korban, juga dengan melihat track record korban oleh tim Cybercrime. Dengan PPATK kita lakukan penelusuran arus transfer di rekening korban," kata Dedi Prasetyo, Kamis (14/2/2019).

Menurut Dedi Prasetyo, Polri membantu Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mengungkap kasus mutilasi dua warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

BREAKING NEWS: Polisi Pastikan Jenazah yang Dimutilasi di Malaysia Adalah Bos Tekstil Asal Bandung

Dedi menjelaskan, dalam kasus tersebut Polda Jawa Barat dan Bareskrim Polri dibantu Inafis dan PPATK bekerja sama untuk mengungkap motif dan menemukan pelakunya.

Saat ini, kata Dedi Prasetyo, kepolisian Malaysia telah mengamankan dua terduga pelaku yakni warga negara Pakistan berinisial JIR dan A.

"Dua WNA Pakistan sudah diamankan sejak tanggal 7 Februari lalu," kata Dedi.

Dia menjelaskan, korban Nuryanto, saat di Malaysia sempat berpindah-pindah hotel.

"Tanggal 23 Januari, korban bertemu dengan dua orang warga Pakistan tadi untuk melakukan penagihan hutang. Setelah itulah, korban tidak ditemukan lagi," kata Dedi.

Soal Pengusaha yang Diduga Tewas Dimutilasi di Malaysia, Istri Korban Lapor ke Polda Jabar

Berdasarkan penyelidikan sementara, kata Dedi Prasetyo, PDRM menduga kedua orang asing itu pelaku yang memutilasi korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, dan temannya Ai Munawaroh, menjadi korban mutilasi di Malaysia.

Potongan tubuh mereka ditemukan pada 27 Januari 2019 di Sungai Boleh, Malaysia.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved