Kasus Penggelapan Uang Penjualan Daging, Hakim Vonis Debi 2 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Debi

Kasus Penggelapan Uang Penjualan Daging, Hakim Vonis Debi 2 Tahun Penjara
istimewa
sidang vonis penggelapan penjualan daging 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Debi Laksmi Dewi terdakwa perkara penggelapan uang hasil penjualan 3 kontainer daging di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Kamis (14/2/2019).

“Mengadili terdakwa Debi Laksmi Dewi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan salah melakukan perbuatan pidana penggelapan dan dipenjara selama 2 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Utara, Ronald.

Hakim Ronald juga menetapkan seluruh barang bukti tetap terlampir dalam satu berkas perkara dan membebankan kepada terdakwa Debi untuk bayar biaya perkara sejumlah Rp 5.000. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni selama 3 tahun penjara.

Hal yang memberatkan terdakwa karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan. "Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan dan tidak pernah dihukum,” jelas hakim Ronald.

Usai membacakan vonis, terdakwa Debi berdiskusi dengan penasehat hukum dan memutuskan akan mengajukan banding.

“Kami banding,” kata tim penasehat hukum terdakwa Debi.

Dengan demikian, kata Ronald, perkara ini belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) karena terdakwa Debi mengajukan upaya hukum banding.

Seperti diketahui, terdakwa Debi dilaporkan Korban Adi karena diduga menggelapkan uang hasil penjualan 3 kontainer daging kerbau impor beku yang dibelinya dari Bulog seharga Rp 3 Miliar.

Perusahaan tempat korban bekerja menitipkan 3 kontainer daging tersebut setelah Deby ingin menjadi distributor daging kerbau itu dan hasil penjualannya akan diserahkan ke perusahaan.

Setelah laku semua hanya sebagian uang penjualan yang diserahkan. Karena jalan musyawarah tidak membuahkan hasil, Deby dilaporkan ke Polres Jakarta Utara, dengan LP/1282/K/XI/2017/PMJ Resju tanggal 6 November 2017 dengan sangkaan Pasal 372 Jo. Pasal 378 KUHP dan langsung ditetapkan menjadi tersangka serta ditahan selama 20 hari.

Editor: ahmad sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved