23.184 Balita di Kota Bekasi Alami Stunting, tapi Belum Dinyatakan KLB

SEBANYAK 23.184 anak di bawah lima tahun (balita) di Kota Bekasi dinyatakan menderita stunting atau gizi kurang.

23.184 Balita di Kota Bekasi Alami Stunting, tapi Belum Dinyatakan KLB
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

SEBANYAK 23.184 anak di bawah lima tahun (balita) di Kota Bekasi dinyatakan menderita stunting atau gizi kurang.

Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi tidak menetapkan hal ini sebagai kejadian luar biasa (KLB), karena persentase stunting berada di bawah 20 persen dari total balita di Kota Bekasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Sumpono Bram mengatakan, total balita yang terdata pemerintah hingga 2018 lalu mencapai 184.000 anak. Dari jumlah itu, tercatat 12,6 persen atau 23.184 balita yang berkategori mengalami stunting.

Jokowi Salah Sebut Jumlah Outlet Sang Pisang, Kaesang Pangarep Koreksi Lewat Twitter

"Sebetulnya jumlah penderita stunting sekarang lebih rendah dibanding tahun 2017 lalu," kata Bram, Rabu (13/2/2019).

Bram mengatakan, pada 2017 lalu penderita stunting mencapai 15 persen dari total 160.931 balita saat itu. Artinya, pada 2017 lalu ada 24.139 balita yang menderita stunting.

Dari 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi, wilayah Rawalumbu dinyatakan yang paling banyak penderita gizi kurang. Hingga kini, lembaganya belum mengetahui secara pasti penyebab tingginya jumlah penderita stunting di sana.

Jokowi Ungkap Kaesang Pangarep Kini Mulai Merambah ke Bisnis Ikan Lele

"Belum tahu persis masalah penyebab utamanya, karena kami baru menyelesaikan survei, sehingga belum dilakukan analisis dari metode survei e-PPGBM (elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat)," jelasnya.

Menurut dia, kondisi stunting bisa membahayakan jiwa anak karena mengalami gizi kurang dalam jangka waktu yang lama, sehingga pertumbuhan tubuh dan otak cenderung tidak ideal sesuai umurnya.

Misalnya, tinggi badan anak lebih pendek dan berat badannya lebih rendah dibanding anak seusianya,  serta pertumbuhan tulang tertunda.

Dua WNI Dimutilasi di Malaysia, Ini Lima Faktanya

Sedikitnya ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya stunting, yakni internal dan eksternal. Untuk yang internal biasanya terjadi karena adanya infeksi pada ibu hamil, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved