INFO KEMENTERIAN

Kepada penerima Bansos, Presiden Sampaikan: Penuhi Gizi Anak Dari PKH dan BPNT

"Pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga ibu-ibu semua, terutama anak-anak. Jangan kaget jika dapat tambahan 2 kali lipat," ujar Presiden

Kepada penerima Bansos, Presiden Sampaikan: Penuhi Gizi Anak Dari PKH dan BPNT
Dok Humas Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial
Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita; Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat; dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, berdialog dengan warga penerima PKH dan BPNT di Graha Insan Cita, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2). 

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan kepada ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar bantuan sosial (bansos) tersebut dimanfaatkan utamanya untuk pemenuhan gizi dan sekolah anak agar Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, sehat dan cerdas. 

"Pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga ibu-ibu semua, terutama anak-anak. Jadi jangan kaget jika dapat tambahan 2 kali lipat," ujar Presiden Jokowi pada sekitar 1.000 penerima PKH dan BPNT di Graha Insan Cita, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2).

Presiden lantas bercerita ketika dirinya di masa kecil harus berbagi telur untuk makan bersama keluarganya. Ia berharap hal itu tidak dialami oleh ibu-ibu saat ini.

Presiden menginginkan dengan adanya PKH, gizi keluarga makin terpenuhi. Presiden betul-betul menekankan bahwa bansos PKH dapat digunakan untuk pemenuhan gizi anak dan sekolah mereka. Demikian pula BPNT yang bisa digunakan untuk membeli beras dan telur. 

PKH adalah salah satu program utama pemerintahan Jokowi-JK. Selain meningkatkan besaran anggaran yang diberikan pada KPM PKH sesuai kondisi keluarga, tahun ini penyaluran PKH Tahap I menjadi bulan Januari dari sebelumnya pada bulan Februari. Diharapkan, dengan percepatan ini penggunaan bantuan semakin optimal dirasakan masyarakat.  

Sementara itu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan keluarga penerima manfaat bisa menggunakan bantuan PKH dan BPNT untuk meningkatkan kesehatan keluarga dalam kecukupan gizi ibu hamil, anak usia dini, serta pemenuhan kebutuhan sekolah anak. 

Dengan bansos itu, KPM diharapkan bisa keluar dari kondisi ekonomi yang sulit dengan mewujudkan kemandirian ekonomi sehingga tidak tergantung pada bantuan pemerintah. 

"Pendidikan menjadi pembuka jalan bagi anak-anak PKH untuk naik level. Seperti arahan Presiden Jokowi, negara memerlukan anak-anak yang pintar, cerdas, sehat sehingga kelak Indonesia mejadi bangsa yang semakin maju," kata Menteri Agus. 

Pemerintah Serius Perangi Kemiskinan, PKH Turut Bangun Manusia Indonesia yang Tangguh

Tahun ini, skema bantuan PKH yang sebelumnya flat menjadi non-flat atau bervariasi dengan berpatokan pada indeks bantuan sosial. PKH Tahun 2019 disesuaikan dengan beban kebutuhan keluarga pada aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. 

"Jumlah bantuan yang diterima KPM bervariasi tergantung komponen yang dimiliki dengan pembatasan maksimal untuk 4 orang per keluarga," ujar Mensos.

Halaman
123
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved