Bisnis

Irna Dapat Penghasilan Dari Penyewaan Sepeda Listrik Migo

Seorang Mitra Migo, Irna (32) mengatakan kini jumlah Stasiun Migo sudah menjamur di ibu kota.

Irna Dapat Penghasilan Dari Penyewaan Sepeda Listrik Migo
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Warga mengendarai Migo e-Bike saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, (30/12/2018). 

Sepeda motor listrik (selis) yang dikeluarkan perusahaan Migo sedang digandrungi masyarakat Jakarta.

Baik remaja maupun orang dewasa ramai menyewa selis dengan alasan coba-coba, hingga alternatif moda transportasi.

Warga mengendarai Migo e-Bike saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, (30/12/2018).
Warga mengendarai Migo e-Bike saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, (30/12/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Seorang Mitra Migo, Irna (32) mengatakan kini jumlah Stasiun Migo sudah menjamur di ibu kota. Hal itu menyebabkan masyarakat cepat mengetahui keberadaan selis yang disewa dengan tarif Rp 3000 per 30 menit itu.

"Pas awal buka, November hanya ada 20 mitra. Sekarang sudah 200 orang lebih," tutur Irna di Stasiun Migo yang terletak di kediamannya, Jalan Kayu Manis Barat, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (13/2).

Pihak pemasaran dari perusahaan mulai memperkenalkan Migo kepada masyarakat dari rumah ke rumah sejak Oktober 2018 lalu. Saat itu, Irna mengaku ditawarkan untuk bergabung menjadi mitra tanpa biaya seperse pun.

"Ada salesnya baru buka waktu oktober nawarin ke saya, lalu telpon karena tertarik. Kemudian saya awalnya disuruh training selama sebulan, pelatihannya terkait penggunaan aplikasi, sepeda listrik, cara pembayaran beserta keuntungan yang didapat. Setelah itu November baru saya buka Stasiun MIGO di rumah," ujarnya.

Sebulan berselang, pihak perusahaan kemudian melakukan survei ke kediamannya guna melihat lokasi tersebut. Irna menyatakan terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebelum bisa bergabung menjadi mitra.

"Dari pihak perusahaan, setelah mereka melakukan survei di rumah saya. Dilihat kalau saya punya garasi yang luas, kemudian lokasinya strategis di dekat Stasiun Pondok Jati. Jadi mereka meminjamkan saya 10 sepeda listrik," jelasnya.

Hingga beroperasi pada awal November, Irna mengaku tak mengeluarkan biaya seperse pun. Bahkan pihak perusahaan lah yang membayarnya setelah bergabung menjadi mitra.

"Enggak modal seperse pun. Kalau minta. Tinggal ikut pelatihan saja satu bulan, setelah itu tim survei datang ke lokasi untuk melihat lahan garasinya. Kalau besar lahannya, dikasih maksimal 10 motor, kalau kecil hanya 5 saja."

"Pertama saya dapat biaya sewa garasi. Kalau 10 motor dapat Rp 3 juta per bulan, kalau 5 motor Rp 1 juta perbulan. Kemudian kalau ada yang top up saldo, saya dapat 5 persen. Kalau ada yang baru registrasi, saya dapat Rp 10.000. Kemudian kalau ada yang saya rekomendasikan jadi mitra, saya dapat Rp 600 ribu," tutur Irna.

Selain itu, pihak perusahaan juga mengganti biaya iuran listrik Irna yang berkewajiban untuk mengisi bahan bakar selis tersebut.

"Terus kan kalau charge sepeda bayar listrik, kami biasanya dikasih biaya reimburse. Ada penggantian buat bayar listrik," ungkapnya.

Dalam sehari, terdapar sekira 20 orang yang menyewa selis di stasiun miliknya. Stasiun Migo milik Irna dibuka sejak pukuk 06.00-22.00 WIB. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved