13 Taruna Akpol Dipecat, Kalemdiklat Bilang Negara Rugi Jika Perwira Berkarakter Pro Kekerasan Lulus

KEPALA Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Arief Sulistyanto langsung membuat terobosan sejak memegang jabatan barunya.

13 Taruna Akpol Dipecat, Kalemdiklat Bilang Negara Rugi Jika Perwira Berkarakter Pro Kekerasan Lulus
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) berbincang dengan Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto saat mendatangi Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta, Kamis (3/1/2019). Kedatangan Mendagri itu untuk meminta Bareskrim Polri mengusut tuntas hoaks tentang surat suara Pemilu 2019 sebanyak tujuh kontainer yang telah tercoblos dan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

KEPALA Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Arief Sulistyanto langsung membuat terobosan sejak memegang jabatan barunya.

Arief Sulistyanto memberikan kepastian hukum bagi 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang terkatung-katung selama dua tahun terakhir.

Ke-13 taruna itu diketahui terlibat dalam kasus tewasnya taruna tingkat II Muhammad Adam pada 18 Mei 2017 silam.

Moeldoko Minta Semua Pihak Waspadai Revolusi Jari Jika Tidak Ingin Menjadi Bangsa Tertinggal

Kepastian hukum diberikan Arief Sulistyanto dengan mendorong digelarnya sidang Dewan Akademik (Wanak) Akpol yang digelar tertutup pada Senin (11/2/2019) kemarin, dari pukul 13.00 hingga 23.30 WIB.

Sidang itu dipimpin oleh Gubernur Akpol Irjen Rycko Amelza Dahniel dan dihadiri Arief Sulistyanto, serta sejumlah PJU Akpol sebagai anggota tetap termasuk anggota Kehormatan dari Itwasum, Divpropam, Lemdiklat, SSDM Polri, dan seluruh anggota tidak tetap Wanak.

Adapun sidang itu memutuskan ketigabelas taruna dikenakan sanksi terberat, yaitu Pemberhentian Dengan Tidak Hornat (PTDH) alias dikeluarkan.

Anies Baswedan Belum Terima Dua Nama Cawagub Pengganti Sandiaga Uno dari PKS dan Gerindra

Mereka antara lain adalah MB, GJN, GCM, RLW, JEDP, RAP, IZPR, PDS, AKU, CAEW, RK, EA, dan HA.

Sebenarnya ada 14 orang yang terjerat dalam kasus ini. Tetapi CAS, sang pelaku utama, telah dikeluarkan pada sidang Wanak yang digelar pada Juli 2018 silam.

"Sidang Wanak memang harus segera memutuskan dengan seadil-adilnya berdasarkan peraturan yang ada, karena permasalahan ini sudah berjalan lama," ujar Arief Sulistyanto, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/2/2019).

Lion Air Bantah Penumpang Pesawat Rute Padang-Jakarta pada 8 Februari 2019 Cuma Tiga Orang

"Keputusan harus cepat diambil demi masa depan Akpol dan juga demi masa depan para taruna yang bermasalah tersebut, agar mereka dapat melanjutkan jenjang karier lain saat keluar dari Akpol. Bersyukur akhirnya keputusan sudah dilakukan secepatnya, untuk memberikan kepastian dan demi menjaga marwah Akpol sebagai pencetak Pemimpin Polri masa depan," ujar Arief Sulistyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (12/2/2019).

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved