Tawuran Dipicu Saling Tantang di Medsos Makin Marak, Polisi Gencarkan Patroli Siber

APARAT Polres Metro Bekasi Kota bakal meningkatkan patroli cyber guna memantau akun media sosial milik sejumlah kelompok remaja atau gangster.

Tawuran Dipicu Saling Tantang di Medsos Makin Marak, Polisi Gencarkan Patroli Siber
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana di Mapolrestro Bekasi Kota, Senin (11/2/2019) sore. 

APARAT Polres Metro Bekasi Kota bakal meningkatkan patroli siber guna memantau akun media sosial milik sejumlah kelompok remaja atau gangster.

Sebab, tawuran yang seringkali terjadi berawal dari saling tantang di media sosial.

"Kita bakal ketatkan dan tingkatkan patroli cyber. Ternyata banyak kelompok remaja yang buat akun media sosial untuk dijadikan basis kelompok digunakan untuk sarana komunikasi antar-kelompok dan saling tantang tawuran itu," ujar Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana, di Mapolrestro Bekasi Kota, Senin (11/2/2019) sore.

Eka juga menilai fenomena aksi tawuran yang dipicu dari saling menantang di media sosial mulai masif terjadi.

Jawab Tudingan Prabowo Subianto Soal Kebocoran Anggaran, Jokowi: Bocor! Bocor! Bocor!

"Akunnya itu di-privacy. Jadi kalau ada anggota baru sudah laporan, baru diterima pertemanan, baru bisa lihat aktivitas kelompok itu. Seringkali mereka upload kok kegiatan nongkrong, bahkan saat memegang senjata tajam," katanya.

Eka juga meminta peran orang tua untuk mengawasi aktivitas anaknya, di lingkungan maupun media sosialnya.

"Ini kan yang tawuran anak-anak di bawah umur masih usia sekolah. Kita minta orang tua awasi. Kalau anaknya malam belum pulang, cari, jangan dibiarkan saja. Kemudian juga pantau isi handphonenya, ajak komunikasi, jangan cuek begitu saja," papar Eka.

Jelang Hari Dilan, Ridwan Kamil Janjikan Bangun Taman Dilan di Bandung

Sebelumnya, aksi tawuran antar-remaja terjadi di wilayah Jembatan Rawa Bambu, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (10/2/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Aksi tersebut melibatkan dua kelompok remaja Kampung Bayur dan kelompok Om Kali Star di Rawa Bambu, Bekasi.

Akibat kejadian itu, satu remaja bernama Ali Sadikin (17) tewas terkena luka sabetan senjata tajam.

Jokowi Salah Sebut Jumlah Outlet Sang Pisang, Kaesang Pangarep Koreksi Lewat Twitter

Pemicu tawuran kedua kelompok itu saling menantang pada akun instagramnya, hingga akhirnya menyepakati untuk bertemu saling unjuk kekuatan di lokasi itu.

Polisi juga telah menangkap enam pelaku yang menyebabkan korban meninggal. Pelaku berinisal SR, IN, DF, MI, JP, dan RNF. Mereka kebanyakan masih di bawah umur.

Pelaku itu berinsial SR membacok korban satu kali dan membacok tangan satu kali. Pelaku IN membacok korban satu kali dengan celurit. Pelaku DF memukul menggunakan stik golf sebanyak dua kali di bagian punggung.

Jokowi Ungkap Kaesang Pangarep Kini Mulai Merambah ke Bisnis Ikan Lele

Kemudian, pelaku MI memukul pakai bambu di bagian punggung sebanyak dua kali, pelaku JP membacok punggung, dan RNF menabrakkan motornya ke korban.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 170 KUHP dengan perkara melakukan tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang, yang mengakibatkan matinya orang. Ancaman hukumanya paling lama 12 tahun penjara. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved