IPW Apresiasi Pemecatan 13 Taruna Akpol Karena Bunuh Rekannya

IPW memberi apresiasi pada keputusan Polri, Kalemdikpol, dan Gubernur Akpol yang sudah bersikap tegas.

IPW Apresiasi Pemecatan 13 Taruna Akpol Karena Bunuh Rekannya
Wartakotalive/Junianto Hamonangan
Ilustrasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat meresmikan armada Korpolairud yang baru. 

Ketua Presidium Indonsia Police Watch (IPW) Neta S Panr menilai keputusan pemecatan terhadap 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang terlibat dalam kasus pembunuhan sesama Taruna Akpol adalah langkah yang sangat tepat, tegas, dan terukur.

Indonesia Property Watch (IPW) menggelar PropertyExpo.id yang merupakan pameran properti online berbasis teknologi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, 1-31 Mei 2018. Tampak dalam gambar Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch  (Keenam Kiri) berpose bersama dengan pengembang properti yang ikut berpameran di PropertyExpo.id.

"IPW memberi apresiasi pada keputusan Polri, Kalemdikpol, dan Gubernur Akpol yang sudah bersikap tegas memecat 13 Taruna Akpol tersebut," katanya

Semula kata Neta ada 14 taruna Akpol yang terlibat dalam kasus penyiksaan yang menyebabkan terbunuhnya taruna Akpol bernama Muhammad Adam pada 18 Mei 2017 lalu.

"Artinya kasus ini sudah terkatung katung sembilan bulan, baru kemudian ada keputusan tegas," katanya.

"Dari ke 13 taruna itu ada dua anak jenderal, tujuh anak kombes, dan empat anak orang biasa. Sebelumnya pengadilan negeri sudah memecat satu taruna yang terlibat, yang nota bene dari anak orang biasa," papar Neta.

Dari pantauan IPW, katanya semula keputusan pemecatan terhadap 13 Taruna Akpol itu berjalan alot, sehingga sidang Dewan Akademi Akpol terpaksa dilakukan selama dua hari, meski Mahkamah Agung sudah mengeluarkan keputusan inkrah terhadap kasus itu.

"Alotnya keputusan ini akibat adanya usulan, dari ke 13 taruna cukup hanya 4 yang dipecat, tapi usulan itu memunculkan polemik. Akhirnya, diputuskan semua yang terlibat dalam kasus pembunuhan Taruna Akpol harus dipecat dari Akpol," kata dia.

Sikap tegas ini kata Neta adalaj sebuah langkah maju.

"Selama ini penanganan kasus penganiayaan di Akpol cenderung tertutup dan baru kali ini penanganan kasus di Akpol sangat transparan," katanya.

Dan baru kali ini pula menurut Neta begitu banyak Taruna Akpol dipecat akibat melakukan penyiksaan yang menyebabkan kematian.

"Sikap simpati terhadap keputusan tegas itu harus diberikan semua pihak agar marwah Akpol tetap terjaga. Bagaimana pun Akpol adalah lembaga pendidikan dan candra dimuka tempat melahirkan kader kader Polri yang profesional, humanis dan menjunjung tinggi nilai nilai HAM," katanya.

Akpol kata dia tidak boleh melahirkan para algojo yang bersikap biadab yang tega membantai dan membunuh rekan sesama taruna.

"Semua pihak harus mau menerima keputusan ini, terutama keluarga pelaku. Sebab siapa yang berbuat harus berani bertanggung jawab," kata Neta.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved