Pilpres 2019

Fadli Zon Bilang Jokowi Sebenarnya Sudah Kalah Sebagai Petahana karena Alasan Ini

Menurut Fadli Zon, elektabilitas Jokowi itu stagnan bahkan cenderung menurun, selama empat tahun terakhir.

Fadli Zon Bilang Jokowi Sebenarnya Sudah Kalah Sebagai Petahana karena Alasan Ini
Warta Kota
Fadli Zon 

FADLI Zon, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, membandingkan elektabilitas Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pencalonan keduanya sebagai petahana di Pemilu Presiden.

Elektabilitas SBY saat maju sebagai petahana pada 2009 lalu, berada di atas 60 persen, sedangkan elektabilitas Jokowi di awal masa Pilpres 2019 hanya 52 persen. Raihan Jokowi tersebut menurutnya sangat kecil bagi seorang calon petahana.

"Dan inilah yang terjadi sekarang, ketika petahana memulai elektabilitasnya di angka yang sangat kecil 52 persen, sebetulnya dia sudah kalah," ujar Fadli Zon dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Ratna Pandita Rugi Ratusan Juta Gara-gara Dituding Terlibat Prostitusi Online Artis

Menurut Fadli Zon, elektabilitas Jokowi itu stagnan bahkan cenderung menurun, selama empat tahun terakhir.

Pada Pilpres 2014 lalu, elektabilitas Jokowi 53 persen, sehingga mengokohkannya sebagai Presiden ke-7 RI.

Fadli Zon mengatakan, angka-angka tersebut menunjukan bahwa tidak ada capaian Jokowi selama memimpin pemerintahan. Kebijakan pembangunan Jokowi, menurutnya tidak dirasakan langsung oleh rakyat, sehingga tingkat keterpilihannya stagnan.

Mayat Perempuan Penuh Luka Mengambang di Sungai Cisadane Tangerang

"Jadi artinya tidak ada capaian yang membuat rakyat ini menambah atau mengokohkan pilihannya," ulasnya.

Sebagai petahana, kata Fadli Zon, sebenarnya Jokowi sangat mudah dalam berkampanye. Jokowi, menurutnya, tidak perlu menyerang lawan, Jokowi cukup memaparkan capaian-capaian pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pembangunan manusia, pemerataan, dan lainnya.

"Karena janjinya enggak ditepati, seorang petahana itu biasanya bicara bahwa inilah yang sudah saya lakukan, ini keberhasilan saya, tetapi klaim itu terlalu mudah dipatahkan," paparnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved