Tol Trans Jawa

BPJT: Tol Trans Jawa Selatan Menyeimbangkan Perkembangan Ekonomi

Program ruas tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sebagai Tol Trans Jawa di kawasan selatan Jawa demi menyeimbangkan perkembangan ekonomi.

BPJT: Tol Trans Jawa Selatan Menyeimbangkan Perkembangan Ekonomi
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ILUSTRASI 

Kawasan selatan Pulau Jawa di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur relatif kurang dalam perkembangan ekonominya. Tol Trans Jawa di kawasan selatan Jawa demi menyeimbangkan perkembangan ekonomi di Pulau Jawa.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT menilai rencana pembangunan program ruas tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sebagai Tol Trans Jawa di kawasan selatan Jawa demi menyeimbangkan perkembangan ekonomi di Pulau Jawa.

"Kita tahu bahwa penopang utama perekonomian atau backbone Pulau Jawa di kawasan utara sudah penuh. Perlu keseimbangan dan di kawasan selatan Jawa terdapat jalan nasional, kenapa tidak yang selatan Jawa kita bangun pengembangan juga," kata anggota BPJT Koentjahjo Pamboedi, seperti dilansir Antaranews.com, Senin (11/2/2019).

Sejumlah Pengendara Apresiasi Sistem Satu Arah Sekitar Landmark Tower Setiabudi

Anggota BPJT itu menjelaskan bahwa kawasan selatan Pulau Jawa di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur relatif kurang dalam perkembangan ekonominya.

"Kebetulan kawasan selatan Jawa ini relatif mulai dari Jawa Barat, Tengah dan Timur agak kurang perkembangan ekonominya," kata Koentjahjo Pamboedi.

Murid Berkebutuhan Khusus Diduga Diintervensi Sekolah

Sebelumnya PT Jasa Marga Tbk. akan mengerjakan program ruas jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 184 Km, yang disebut sebagai Tol Trans Jawa selatan dalam rangka untuk pengembangan wilayah selatan Puau Jawa.

Program ruas tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap akan dibagi menjadi dua tahap dimana tahap pertama biaya konstruksinya diperkirakan mencapai Rp 30,2 triliun.

Untuk totalnya, program tol ini diperkirakan bisa mencapai Rp 53,5 triliun hingga ke Cilacap.

Pengamat ekonomi Eko Listiyanto dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan, medan pegunungan yang berat kemungkinan menjadi salah satu faktor yang membuat biaya pembangunan infrastruktur di jalur selatan Jawa Barat relatif mahal.

Namun pengamat tersebut menilai kendati pembangunan tol di jalur selatan Jawa Barat mahal, hal itu harus dilakukan demi mendorong aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.

Orangtua Murid Berkebutuhan Khusus di Bekasi Lapor Polisi

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved