Otomotif

Wacana Motor Masuk Tol, Ketua AISI: Tak Sekadar Soal Kesiapan Infrastruktur

KETUA Umum Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) Johannes Loman, ikut memberikan pendapat soal wacana motor boleh masuk jalan Tol.

Wacana Motor Masuk Tol, Ketua AISI: Tak Sekadar Soal Kesiapan Infrastruktur
Warta Kota/Adhy Kelana
Seorang pengendara sepeda motor melintas di jalan tol Depok-Antasari di kawasan Pangkalan Jati, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018). 

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) itu, selain infrastruktur tentu aturan kapasitas mesin juga perlu menjadi pertimbangan yang penting.

KETUA Umum Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) Johannes Loman, ikut memberikan pendapat soal wacana motor boleh masuk jalan Tol.

Menurut dia, sekarang ini motor masuk tol belum begitu tepat, karena melihat infrastruktur dan hal lain masih perlu banyak pembenahan.

Menurut Johannes Loman Ketua Umum AISI, motor diizinkan masuk Tol itu harus memenuhi persyaratan, mulai teknis, hingga aturan lain demi menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama.

"Secara prinsip kami akan mengikuti peraturan pemerintah, tetapi memang kalau secara pertimbangan belum tepat waktunya," ujar Loman di Bandung, Jawa Barat akhir pekan lalu.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) itu, selain infrastruktur tentu aturan kapasitas mesin juga perlu menjadi pertimbangan yang penting.

Jasa Marga Angkat Bicara Soal Motor Masuk Tol

Sepeda Motor Masuk Tol, Pemerintah Main Mata dengan Industri Sepeda Motor?

KEPADATAN di Gerbang Tol Suramadu sisi Madura, Kamis sore.
KEPADATAN di Gerbang Tol Suramadu sisi Madura, Kamis sore. (Kompas.com/Achmad Faizal)

Misal, lanjut Loman, dibatasi motor yang boleh melintas di jalan bebas hambatan itu minimal 250 cc, sedangkan untuk yang di bawah itu tidak diperbolehkan, karena kecepatan di Tol itu sudah pasti lebih tinggi dibandingkan jalan biasa.

"Saya kira itu juga menjadi satu pertimbangan, karena di Tol dibutuhkan motor bermesin besar,  dan yang kedua pengendara juga harus memiliki kemampuan yang baik," kata dia.

Johannes Loman
Johannes Loman (Dok. AHM)

Loman menambahkan, paling penting apabila dinyatakan sudah layak maka produsen roda dua di Indonesia akan selalu mengikuti peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.

"Jadi kalau memang motor masuk tol itu banyak hal positifnya, kita akan menyambutnya dengan baik. Kami akan mengikuti semua peraturannya," ucap Loman. (Aditya Maulana) 

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved