Penipuan

Pasutri Pengusaha Money Changer Tipu 4 Korban Bernilai Rp 11,2 Miliar Bermodus Bisnis Valas

Mereka menawarkan dan menjual valuta asing (valas) kepada para korban dengan iming-iming mendapat keuntungan besar.

Pasutri Pengusaha Money Changer Tipu 4 Korban Bernilai Rp 11,2 Miliar Bermodus Bisnis Valas
Wartakotalive/Budi Sam Law Malau
Pasangan suami istri (berseragam oranye) menjadi pelaku penipuan bernilai Rp 11,2 miliar dihadirkan pada jumpa pers di Mapolda Metro Jaya,Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin(11/2/2019). 

Korban Sandi mengalami kerugian Rp 2,3 miliar, Murni mengalami kerugian Rp 3,8 miliar, Yulia mengalami kerugian Rp 700 Juta, dan Heri mengalami kerugian Rp 5 miliar. Total kerugian sekitar Rp 11,2 miliar.

"Pasutri pelaku ini mengakui bahwa empat orang itu sudah menjadi korbannya," kata Argo Yuwono.

Bahkan, kata Argo Yuwono, dari hasil penyelidikan, pasutri pelaku penipuan ini sudah melakukan aksinya sejak 2014.

"Karenanya kami duga, korban penipuan pelaku masih banyak. Bagi masyarakat yang merasa pernah ditipu pelaku, bisa melaporkannya ke kami," katanya.

Diduga Lakukan Penipuan Rp 10 Miliar, Farhat Abbas dilaporkan Elza Syarief ke Polisi

Kasubdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Harun menjelaskan, para korban rata-rata mengetahui tawaran valas dengan keuntungan besar dari para pelaku melalui mulut ke mulut.

"Yang membuat para korban tertipu dan tertarik menyetorkan uang untuk valas karena selisih keuntungan yang ditawarkan pelaku jauh lebih besar dari bunga yang didapat dari bank. Ini yang membuat korban tertarik," katanya.

Harun mengimbau masyarakat tidak terlalu mudah percaya dengan iming-iming keuntungan besar dari pihak tertentu yang tidak masuk akal.

"Lebih baik untuk hal seperti ini dicek dulu ke OJK (otoritas jasa keuangan--Red) atau bank atau otoritas keuangan lainnya," kata Harun.

Karena perbuatannya, kata Harun, para pelaku akan dijerat pasal berlapis yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Waspada Penipuan Berkedok Sumbangan Tempat Ibadah atau Bencana

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved