Jelang Peringatan 40 Hari, Keluarga Tetap Doakan Polisi Bisa Tangkap Pembunuh Adriana Yubelia Noven

“Kami juga mendokan agar polisi diberikan kesehatan diberikaan kemudahan untuk mengungkap kasus ini,”

Jelang Peringatan 40 Hari, Keluarga Tetap Doakan Polisi Bisa Tangkap Pembunuh Adriana Yubelia Noven
Kompas.com/Putra Prima Perdana
Orangtua Andriana Yubelia Noven Cahya (18) meratapi makam anaknya di TPU Cimuncang, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019). Adriana ditusuk oleh orang tak dikenal di sebuah gang, sekitar Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor, beberapa waktu lalu 

Pelaku penusukan Andriana Yubelia Noven, siswi SMK Baranangsiang yang meninggal akibat ditusuk oleh seorang pria di Jalan Riau, Kota Bogor pada 8 Januari 2019 lalu masih menjadi tanda tanya besar.

Sudah satu bulan pelaku penusukan biadab itu hingga kini masih dalam perburuan pihak kepolisian. Yohanes, orangtua Noven pun berharap agar pelaku cepat tertangkap.

“Harapan keluarga pasti sebelum 40 hari mudah-mudahan pelaku bisa terungkap ataupun otak pelakunya, untuk pelaku secepatnya menyerahkan diri yang lebih baik kepada pihak kepolisian,” katanya. Peringatan 40 hari Noven berarti tanggal 17 Februari mendatang,

Tidak hanya itu, Ia pun meminta agar pelaku pembunuhan bisa dihukum seberat-beratnya. Karena, kata Yohanes, anak tercintanya itu merupakan anak yang baik.

Saat peristiwa itu terjadi Noven pun tampak dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah dengan siapapun. “Anak saya sehat walafiat gitu ya, ko tau tau tanpa ada salah, saya enggak tau ya salahnya seperti apa gitu kan ko tega melakukan pembunuhan kepada anak saya, jadi kalau menurut saya seharusnya hukum tidak ada toleransi lagi, harus dihukum seberat beratnya,” ucapnya.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. “Kami juga mendokan agar polisi diberikan kesehatan diberikaan kemudahan untuk mengungkap kasus ini,” katanya.

Sementara itu ahli spiritual asal Kota Bogor Roni Ramdani atau biasa di sebut Roni Sanghyang Naga bahwa ia sempat melakukan penerawangan dengan kasus Noven.

“Jadi waktu itu saya baru pulang dari daerah Jawa belum tau ada peristiwa apa dan kasus apa, tapi malam-malam saya bilang ke istri saya, ada yang datang tapi enggak bisa masuk di depan gang,” ujarnya.

Dari situ kemudian Ia pun kemudian merasakan bahwa ada yang perlu harus dibantu. “Kita kan harus bersikap baik dan saling membantu untuk kebaikan,” imbuhnya. Bahkan Ia pun menduga bahwa usai melakukan aksinya pelaku tidak pergi jauh.

Saat ditanya bagaimana penerawangannya saat ini Roni pun hanya menyarankan polisi untuk memanggil beberapa saksi ke lokasi kejadian dan memposisikan saksi saksi tersebut seperti terduga pelaku yang ada di CCTV.

“Untuk saat ini karena prosesnya sudah cukup lama dari waktu kejadian, masukan dan saran dari saya, panggil saksi, kemudian pakaikan pakaian yang sama seperti terduga pelaku, bajunya dan celananya, kemudian suruh berpose seperti yang terekam di CCCTV, seperti itu,” ujarnya.

Sedang Kapolresta Bogor Kota Kombespol Hendri Fiuser menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mencari pelaku penusukan tersebut. Saat ini tim gabungan dari Polresta Bogor Kota, Mabespolri dan Polda Jawa Barat terus berupaya mencari dan menemukan pelaku penusukan.
Saat ini sudah 29 saksi yang sudah diperikasa oleh pihak kepolisian.

“Saksi yang sudah diperiksa 29 orang tapi kan saksi itu bukan kategori saksi yang seperti di KUHP saksi yang bisa melihat mendengar menyaksikan tapi saksi-saksi antara di luar lingkungan tkp, temannya korban, lingkungan tempat tinggal korban, saksi saksi itu sudah 29 orang,” ujarnya Kamis (31/1/2019) di Mako Polresta Bogor Kota. (TribunnewsBogor)

Editor: wito karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved