Hotman Paris Hutapea dan Tiga Anaknya Patungan Berikan Baju dan Uang ke Guru Ditoyor Siswa

Hotman Paris Hutapea dan tiga anaknya akan patungan dan membelikan baju dan berikan uang ke guru ditoyor siswanya tersebut.

Hotman Paris Hutapea dan Tiga Anaknya Patungan Berikan Baju dan Uang ke Guru Ditoyor Siswa
Kolase foto Hotman Paris Hutapea (Instagram @hotmanparisofficial) 

Dalam video yang sempat tersebar di berbagai media sosial (medsos), AA terekam sengaja menghisap rokok di depan Khalim.

AA juga menantang Khalim untuk berkelahi dengan memegang kerah baju.

Namun, Khalim yang sudah 5 tahun mengajar di sekolah itu tidak meladeni permintaan AA.

“Kemudian dia turun berhadapan dengan saya, sambil menghisap rokok dan dia sambil bilang saya berani merokok di depan kamu. Terus saya bilang, matikan rokokmu, tapi enggak ada respons dan semakin menjadi-jadi, terus sampai memegang kerah baju saya itu,” terangnya. 

“Saya kemudian bilang jangan diteruskan, nanti berbahaya lho. Coba saya minta rokoknya, malah dia naik ke atas bangku lagi dengan rokoknya kemudian dilempar dan kemudian saya matikan. Beberapa menit baru wali kelasnya masuk kelas, dan memberi pengarahan. Baru setelah itu anak-anak diam,” beber dia.

Penuturan Nur Khalim dibenarkan oleh AA, dengan saat itu dia memang sempat hendak membolos bersama teman-temannya. Tapi begitu di warung sudah ketahuan Nur Khalim, yang membuat dirinya terbakar emosi lantaran misinya untuk membolos gagal terlaksana.

Namun Nur Khalim dan AA sepakat berdamai.

Nur Khalim dan AA berdamai setelah dipertemukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Wringinanom.

Mediasi ini disaksikan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Gresik, Yayasan PGRI Gresik, perwakilan dari Kementerian Sosial, dan perwakilan dari Unit Pelaksana Terpadu Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jawa Timur.

Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan mengatakan, mediasi dilakukan setelah pihak sekolah meminta kepada pihak polisi untuk menggelarnya.

Nur Khalim, guru honorer SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, saat memaafkan siswa yang melecehkannya.
Nur Khalim, guru honorer SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, saat memaafkan siswa yang melecehkannya. (SURYA/WILLY ABRAHAM)

Ada dua pertimbangan mediasi dilakukan dan pihak sekolah serta akhirnya sang guru bersedia berdamai.

"Saat kami tanyakan kenapa minta mediasi, mereka mengatakan bila si guru (Nur Khalim) memiliki jiwa yang besar sebagai tenaga pendidik. Dengan apa pun masalah yang terjadi (dialami) pada siswa dia mengaku siap bertanggung jawab," ujarnya, Minggu (10/2/2019).

"Bertanggung jawab artinya, apapun yang dilakukan oleh siswa mereka siap mengarahkan dan membimbing untuk bisa kembali baik," tuturnya kemudian.

Sementara itu, pertimbangan kedua adalah, sebentar lagi siswa dengan inisial AA (15) yang kini duduk di bangku kelas IX SMP PGRI Wringinanom itu bakal mengikuti ujian nasional.

"Tentu dengan pertimbangan-pertimbangan itu, kami kemudian memfasilitasi supaya permasalahan ini bisa cepat selesai. Alhamdulillah, permasalahan akhirnya selesai, dengan sudah saling memaafkan dan kedua belah pihak sudah membuat surat pernyataan," ungkap dia.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu inisiatif dalam menciptakan kondisi keamanan dan tertib di lingkungan masyarakat, dengan lakukan pengecekan akan kabar yang viral di media sosial (medsos).

"Belum ada yang sempat laporan, cuma kejadian ini kan sudah terlanjur viral di medsos. Sebagai inisiatif, anggota kemudian melakukan pengecekan di lapangan dan kemudian diminta untuk melakukan mediasi. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar," tutur Wahyu.

Respon Brigjen Krishna Murti

Kasus ini pun membuat Brigadir Jenderal Krishna Murti angkat bicara dan juga membagikan video seorang guru yang ditoyor oleh muridnya di kelas.

Brigjen Krishna Murti merupakan polisi yang aktif di media sosial.

Di kepolisian Brigjen Krishna Murti sekarang sedang merangkap 2 jabatan sekaligus. 

Dua jabatan yang dirangkap adalah Kadiv Hubinter, dan Wakil Satgas Anti Mafia Bola. 

Terkait unggahan ini, Brigjen Krishna Murti menulis seperti ini:

'Beginilah nasib guru jaman sekarang. Keras dikit dilaporin ke Polisi. TKP SMP PGRI Kecamatan WIRINGANOM Kabupaten Gresik. 

Dikeluarkan dari sekolah adalah solusi. Biar dia cari sekolahan baru. Yang sabar ya para guru2. We love you. We always support you..' jelas Brigjen Krishna Murti.

Hotman Paris Hutapea dan Anaknya Belikan Baju dan Berikan Uang

Kasus ini juga membuat Hotman Paris Hutapea angkat bicara dan mengatakan akan membelikan guru tersebut baju serta memberikan sejumlah uang.

Hotman Paris Hutapea akan membelikan baju dan berikan uang ke guru tersebut dari hasil patungan dari tiga anaknya.

Melihat kasus ini dan dipostingnya di instagram @hotmanparisofficial, Hotman Paris Hutapea merasa miris atas perilaku murid tersebut terhadap gurunya.

Hotman Paris Hutapea juga menerangkan dirinya bisa sukses sampai saat ini berkat jasa guru yang mengajarinya di sekolah.

Hotman Paris Hutapea akan membelikan baju dan memberikan uang ke guru yang ditoyor oleh muridnya yang merokok di kelas. (Instagram @hotmanparisofficial)
Hotman Paris Hutapea akan membelikan baju dan memberikan uang ke guru yang ditoyor oleh muridnya yang merokok di kelas. (Instagram @hotmanparisofficial) (istimewa)

"Guru yg sabar walaupun di tangtang dan diejek oleh muridnya! Gaji honornya sangat kecil! Saya mau kirim uang beli baju kpd guru ini! Agar bajunya rapi dan berwibawa di kelas ! 3 anakku akan patungan uang dari gaji anak ukt beli baju utk guru ini! Siapa yg punya no hp guru sabar ini! Kita naikkan harkat dan wibawa guru! Hotman sukses krn guru( segera subscribe di my youtube: hotman paris official . Agar selalu dapat berita!)" jelasHotman Paris Hutapea, Senin (11/2/2019).

Gaji Rp 450 Ribu

NUR Khalim (30), guru honorer yang mengajar mata pelajaran IPS di kelas IX SMP PGRI Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, menceritakan kronologi saat ia dilecehkan muridnya di dalam kelas.

Pria yang kerap disapa Pak Alim ini mendadak ‘terkenal’, menyusul tindakan tidak sopan muridnya saat ditegur agar tidak merokok di dalam kelas, dan videonya viral di media sosial.

Bahkan, siswa bernama AA (15) ini dengan berani menantang dan memegang kerah baju Nur Khalim beberapa kali.

Tidak sampai di situ, AA semakin menjadi-jadi dan berani memegang kepala gurunya itu. Teman sekelasnya tidak ada yang menegur.

Mereka lebih memilih merekam aksi tidak terpuji murid lecehkan guru tersebut.

Sambil diselingi tawa, mereka tampak menikmati apa yang dilakukan temannya kepada seorang guru.

Berikut ini wawancara Surya.co.id dengan Nur Khalim, sebelum proses mediasi yang berlangsung di Polsek Wringinanom:

Bagaimana kronologi murid melecehkan Anda saat di kelas?

Malam sebelumnya saya mimpi, karena sering memikirkan kenakalan anak-anak dan mengobrak mereka di warung kopi.

Sabtu (2/2/2019) pagi, saya berangkat ke sekolah dan sekitar jam 6.15 WIB saya sudah ada di sekolah. Hingga jam 7.00 kok tidak ada yang masuk. Jam 7.15 saya disuruh Bapak Kepala Sekolah untuk mengambil foto ijazah. Saya tidak lewat jalan raya, tetapi lewat gang yang dekat PGRI itu ada warung kopi.

Saya lihat kok sepedanya anak-anak ada di sini, padahal jam 07.30 warung masih tutup. Saya gedor-gedor saya suruh keluar. Kalau tidak ada yang kembali ke sekolah, saya panggil orang tua.

Pukul 08.00 saya kembali ke sekolah, mereka menggedor-gedor mempraktikkan saya tadi. Saya masuk, tetapi mereka masih di luar. Mereka merokok. Kepala sekolah meminta siswa untuk masuk, karena saya sudah di dalam.

Saat mereka semua masuk, kelas semakin ramai karena ada satu anak yang marahnya keterlaluan.

Bangku dari depan sampai belakamg digebrak-gebrak sampai naik-naik ke atas bangku. Kreativitas anak-anak di atas bangku diturunin, buku saya di atas meja juga dibuangi ke bawah.

Kemudian di atas bangku mengisap rokok. Da bilang, 'ini loh saya berani merokok di depan kamu.' Saya bilang matikan, marahnya semakin memuncak, lalu dia seperti itu. Saya cuma bilang, jangan diteruskan nanti berbahaya.

Lalu naik ke atas bangku masih merokok, saya minta rokoknya malah dilempar ke temannya. Saya dapat rokoknya, lalu saya matikan.

Setelah itu, wali kelasnya masuk. Semuanya diam, diminta untuk sopan kepada saya. Semuanya diam, terus yang gebrak-gebrak meja tadi itu di pojokan tidak mengerjakan tugas. Saya biarkan saja, karena kasihan kalau mengganggu teman-temannya yang niat sekolah.

Lalu apa yang terjadi setelah Anda dilecehkan?

Saya mendapati beberapa siswa yang melapor ke saya, karena AA usai dipukuli oleh anak Pasinan. Karena saya kan warga Pasinan, mereka tidak terima saya diperlakukan seperti itu.

Tetapi saya tidak tahu bukti fisiknya. Orang tuanya juga melapor. Hari Senin itu juga saat anaknya mau berangkat simulasi, minta maaf ke saya. “Pak minta maaf ya, karena ketidaksopanan saya.”

Saya maafkan dan persilakan ikut simulasi. Selasa libur, Rabu saya lihat dia sendirian tidak ada temannya, katanya diancam anak Pasinan. Tetapi saya tidak tahu sendiri.

Bagaimaan perasaan Anda dilecehkan seperti itu oleh anak didik sendiri?

Sebenarnya mau mukul saja. Pikiran hati astaghfirullah ingin balas, tetapi saya belajar pengalaman dari guru-guru yang terjadi kebanyakan memukul sedikit sudah langsung dihukum.

Saya belajar dari situ menahan amarah, bahwa tujuan saya mengajar mencerdaskan bangsa sesuai dengan cita-cita bangsa.

Ingin menciptakan generasi emas Indonesia 2019-2020 bisa bersaing dengan negara lain. Yang saya pikirkan saya ingin memintarkan anak-anak karena mendekati Ujian Nasional.

Apa harapan Anda setelah kejadian ini?

Harapan saya kepada guru-guru, kenakalan anak jangan dibalas dengan tangan. Jadilah guru yang profesional dan diberikan ilmu mengurusi sifat anak yang dari berbagai kalangan.

Saya harap guru-guru, baik swasta maupun negeri, kalau ada anak yang ditangani dengan yang halus dulu, kalau memang tidak bisa diatur coba dikembalikan ke orang tua. Kalau orang tua tidak merespons, kembalikan ke pihak yang berwajib.

Apa sudah memaafkan kejadian ini?

Hari Jumat sudah saya jelaskan ke kepala sekolah, Kamis orang tua tidak percaya, tetapi saya jelaskan bahwa itu kejadian beneran. Biasanya cuma menggoda, tetapi kemarin memang sudah terlalu.

Berapa tahun Anda mengajar ?

Sejak tahun 2013-2014.

Berapa gaji yang Anda terima selama ini?

Dari bendahara sekolah gaji saya Rp 450.000, kalau menuruti keinginan sebenarnya tidak cukup.

Penulis: panji baskhara
Editor: panji baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved