Bunuh Diri

BREAKING NEWS: Sopir Taksi Gantung Diri di Jakarta, Beri Wasiat Sebut Pinjaman Online Jebakan Setan

Sopir taksi gantung diri meninggalkan wasiat terkait jeratan pinjaman melalui online.

BREAKING NEWS: Sopir Taksi Gantung Diri di Jakarta, Beri Wasiat Sebut Pinjaman Online Jebakan Setan
Istimewa
ILUSTRASI Gantung diri 

"Anaknya itu terus berteriak memancing warga dan memanggil nama ibunya (Lim Miu Tan). Kejadian itu pun langsung dilaporkannya ke Polsek Tanjung Duren," papar Kapolsek.

Kesal Istri Tak Pulang-pulang, Anak Tiri Jadi Sasaran

Sementara itu di Depok, Jawa Barat, seorang pria tega menganiaya anak tirinya yang masih berusia dua tahun hingga tewas.

Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana mengatakan, Hary Kurniawan (25) tega menganiaya anak tirinya, bayi F (2), hingga tewas karena kesal dengan istrinya atau ibu korban, Eny.

Arya menganiaya F di Cimpaeun, Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

"Pelaku ini kesal dengan istrinya karena diketahui beberapa hari sebelumnya pelaku sempat cekcok mulut," ucap Arya di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Senin (11/2/2019).

Sebelum menikah, Hary dan Eny sama-sama sudah memiliki anak dengan pasangan sebelumnya. Anak Hary berumur 3 tahun, sedangkan anak Eny berumur 2 tahun.

Arya mengatakan, tiap cekcok, pasangan tersebut seringkali menganiaya anaknya satu sama lain.

"Beberapa hari sebelum kejadian, pelaku sudah menganiaya korban (bayi F). Kemudian si istri kembali menganiaya anak pelaku dan bilang, 'Kalau anak kamu diginiin mau enggak'," ujarnya.

Pada hari kejadian, Hary dan Eny sudah berbaikan. Hary meminta istrinya pulang ke rumah lebih awal.

"Tapi ternyata istrinya enggak pulang-pulang. Di rumahnya tidak ada lauk, dia (Hary) akhirnya marah dan menganiaya anaknya hingga meninggal," kata Arya.

Awalnya, Hary berdalih korban sakit dan akan dibawa ke rumah sakit. "Namun, perbuatan pelaku dicurigai tetangga dan ibu korban hingga akhirnya dilaporkan ke polisi," ucapnya.

Hasil otopsi menyebutkan, korban meninggal karena ada cairan yang merembes dari kepala korban. Akibat perbuatannya, Hery dijerat Pasal 80 Ayat 2, 3, 4 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo 351 Ayat 3 KUHP atas Perbuatan Pidana Penganiayaan terhadap Anak di Bawah Umur hingga Meninggal Dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved