Kardus Suara KPU Cirebon Hancur Kena Air

Jumlah kerusakan ini jauh lebih banyak dari perhitungan awal KPU, yang hanya berjumlah sekitar 100-200 kotak.

Kardus Suara KPU Cirebon Hancur Kena Air
kompas.com
Petugas sedang membuang kardus kotak surat suara yang rusak karena terkena air di depan Gudang KPU Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Minggu (10/2/2019). Bawaslu Jabar dan RI menemukan sebanyak 696 kotak yang rusak dan diprediksi masih akan terus bertambah. (Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON) 

"Ini nanti bisa pakai gembok, bisa juga pakai kabel ties, bisa dua-duanya kami gunakan. Ini ada lubang. Tentu nanti pakai stiker segel KPU RI," katanya.

Kritikan Fahri Hamzah

Sebelumnya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan kepada masyarakat, soal penggunaan bahan dasar karton sebagai kotak suara pada Pemilu 2019.

KPU, katanya, harus menjelaskan tingkat keamanan surat suara yang berada di dalam kotak tersebut.

"Kardus ini sebetulnya kalau KPU mengatakan pernah dibuat dan dilakukan, ya KPU harus bisa menjelaskan bahwa apa namanya, memang betul selama ini pakai kardus. Yang kedua, memang itu aman," tutur Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Fahri Hamzah mengatakan, meski tidak pernah mendengar kasus kerusakan kotak suara seperti yang diragukan banyak pihak, ia berharap KPU merespons keraguan masyarakat terhadap kotak suara itu.

Misalnya dengan hanya menggunakan kotak karton di TPS yang berada di kota.

Sedangkan yang berada di pelosok dengan kondisi alam yang 'keras', sebaiknya kotak suara menggunakan bahan dasar lain.

"Misalnya, kardus hanya di kota-kota besar lalu diidentifikasi, mana yang disebut kota besar dan yang tidak ada remote-nya. Tapi bagaimana dengan Papua, dengan Kalimantan, pedalaman Sumatera, pedalaman Sulawesi, dan lain sebagainya? paparnya.

"Itu harus sudah teridentifikasi jenis-jenis daerah yang memang tidak mungkin kardus yang isinya kotak suara dipikul turun naik gunung, ya enggak mungkin selamat itu. Iya kan? Jangankan kardus gitu kan, koper bisa berantakan di tengah jalan karena medan yang begitu rumit," sambung Fahri Hamzah.

Intinya, menurut Fahri Hamzah, KPU harus memiliki inovasi dalam penyelenggaraan pemilu.

Sehingga, menurutnya, rakyat bisa tenang dan percaya terhadap proses demokrasi lima tahunan itu.

"Intinya sebenarnya KPU kita minta berinovasi yang tujuannya adalah menenangkan rakyat bahwa pemilu ini akan berlangsung jujur dan adil dan tidak akan ada kecurangan. Itu sebenarnya yang penting," paparnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawaslu RI Temukan 696 Kotak Suara Rusak di Gudang KPU Cirebon", Penulis : Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri Romdhon
Editor : Robertus Belarminus

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved