Kriminal

Tiga Fakta Sindikat Curanmor yang Membunuh Petani di Cileungsi

Modus mereka, karena residivis, mereka tidak segan-segan untuk melukai siapa saja yang mencoba menghalangi.

Tiga Fakta Sindikat Curanmor yang Membunuh Petani di Cileungsi
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky menggelar jumpa pers hasil pengungkapan sindikat curanomor yang telah membunuh seorang petani di Cileungsi beberapa waktu lalu. Jumpa pers di gelar diMapolres Bogor, Jumat (8/2/2019). 

Sindikat curanmor bersenjata api yang tembak seorang petani di Cileungsi Bogor hingga tewas rupanya sudah beraksi puluhan kali di wilayah antar provinsi di kawasan Jakarta dan Jawa Barat.

Empat orang pelaku pun ini berhasil diamankan Polres Bogor. Mereka diperkirakan sudah melakukan pencurian sebanyak 30 kali, dan di Bogor sendiri para pelaku ini sudah beraksi sampai 15 kali.

“Bukan tidak mungkin kita lakukan pengembangan di daerah-daerah lain akan kita ungkap. Untuk penangkapan di wilayah Kerawang,” kata Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jumat (8/2).

Ia menjelaskan bahwa wilayah Bogor sebelah timur dibatasi oleh tol yang berbatasan dengan Kerawang bagian barat dan tembus ke Bekasi. Dicky mengatakan bahwa di daerah sekitar itu lah para pelaku ini diperkirakan kerap beraksi.

Tak Segan Menembak

Pelaku curas sekaligus curanmor ini, kata dia, juga tidak segan-segan menembak siapa pun yang memergokinya saat beraksi seperti yang terjadi di Cileungsi beberapa waktu lalu.

Petani yang dimaksud bernama Eloy (55) di Kampung Limusnunggal, RT 02/03, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kala itu, Sabtu (12/1) Eloy mencoba menghadang dua orang pencuri berkendara motor yang tengah dikejar warga. Kapolsek Cileungsi Kompol Asep Fajar menuturkan bahwa peristiwa ini berawal sekitar pukul 10.30 WIB di Stadion Mini Limusnunggal tengah berlangsung permaianan sepak bola.

Kemudian diantara penonton yang hadir tiba-tiba berteriak ‘maling.’ “Pelaku dua orang yang menggunakan motor beat warna putih melarikan diri. Setelah sampai di pertigaan samping lapangan, Saudara Eloy Mencoba menahan menyetop motor pelaku,” kata Asep saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (13/1).

Saat itu, Eloy juga membawa parang karena kebetulan sedang mencari rumput di sekitar lokasi. Namun nahas, saat Eloy mencoba menghadang, pelaku mengeluarkan pistol dan menembaknya di bagian perut.

Halaman
123
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved