Pendidikan

Sudah Resmi Dicanangkan, Program 'Bogor Ngaos' Dipertimbangkan untuk Jadi Kurikulum

Bupati berharap program Bogor Ngaos dapat mengurangi kegiatan-kegiatan siswa dan siswi di sekolah dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

Sudah Resmi Dicanangkan, Program 'Bogor Ngaos' Dipertimbangkan untuk Jadi Kurikulum
Warta Kota
Bupati Bogor melambaikan tangan saat pencanangan Bogor Ngaos di SMPN2 Cibinong, Jumat (8/2) 

Bupati Bogor Ade Yasin resmi mencanangkan program Bogor Ngaos atau mengaji bagi siswa dan siswi se-Kabupaten Bogor. Pencanangan ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 02, Sukahatii, Cibinong pada Jumat (8/2).

Program Bogor Ngaos tersebut nantinya akan dilaksanakan setiap Jumat pagi, 30 menit sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Bupati berharap program Bogor Ngaos dapat mengurangi kegiatan-kegiatan siswa dan siswi di sekolah dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Misalnya tawuran, main aplikasi instagram dan media sosial lainnya,” kata Bupati dalam sambutannya saat pencanangan Program Bogor Ngaos.

Pada kesempatan itu juga Bupati mengimbau kepada orangtua murid, terutama ibu-ibunya agar mangawasi anak-anaknya dengan mengecek isi tasnya sebelum berangkat ke sekolah. Karena pengecekan tas itu tidak memakan waktu lama. Tapi manfaatnya besar dan signifikan.

“Ngecek tas sekolah anak ibu-ibu sekalian tidak sampai lima menit. Tapi Insya Allah manfaatnya besar,” kata Ade Yasin. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bogor tersebut pada saat pencanangan

Program Bogor Ngaos disambut meriah oleh guru-guru serta siswa-siswi di SMPN 2 Cibinong. tersebut dilakukan serantak di seluruh sekolah Kabupaten Bogor mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), SMP, dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

Acara dihadiri antara lain Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Latief syam, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor KH Romdhon, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letnan Kolonel (Letkol) Infantri Harry Eko.

Program Bogor Ngaos sudah ditetapkan dalam Peraturan Bupati (Perbup). “Nah, Perbup itu sekarang dalam proses menjadi Surat Keputusan (SK) Kadisdik. Dan nanti diserahkan ke masing-masing Kepala Dinas (Kadis),” kata Latief Sam.

SK Kadisdik itu termasuk teknis penentuan pelaksanaan Bogor Ngaos bisa atau tidaknya dilakukan di hari Jumat. Latief mengaku juga akan mengkaji Bogor Ngaos menjadi kurikulum bagi pendidikan di Kabupaten Bogor.

Harapannya para siswa dan siswa di Kabupaten Bogor bisa lancar dalam membaca Al-Quran. Sebab kalau anak bisa mengaji cenderung memiliki pribadi yang lebih baik.

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Wito Karyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved