PO Bus Terminal Bekasi Iri Terminal Lain Ramai Penumpang Imbas Kenaikan Tiket Pesawat

Perusahaan Otobus (PO) yang mangkal di Terminal Terpadu Bekasi mengaku iri dengan PO bus di terminal lain yang mengalami lonjakan penumpang

PO Bus Terminal Bekasi Iri Terminal Lain Ramai Penumpang Imbas Kenaikan Tiket Pesawat
Warta Kota/Muhammad Azzam
Suasana sepi penumpang di Terminal Terpadu Bekasi, Sabtu (9/2). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTA KOTA -- Perusahaan Otobus (PO) yang mangkal di Terminal Terpadu Bekasi mengaku iri dengan PO bus di terminal lain yang mengalami lonjakan penumpang usai kenaikan harga tiket pesawat penerbangan domestik.

Sejak harga tiket pesawat penerbangan domestik meroket, banyak masyarakat yang lebih memilih moda transportasi bus menuju lokasi tujuannya.

Ramalan Zodiak Sabtu: Libra Beruntung, Cancer Sibuk Nostalgia, Pisces Berkonflik!

Ternyata Vanessa Angel Juga Beri Layanan Plus Plus pada Mucikari Artis yang Menjualnya

LIVE STREAMING Pernikahan Syahrini dan Reino Barack Bakal Disiarkan Langsung Televisi Swasta?

Pemandangan lonjakan penumpang terlihat di Terminal Pulogebang, maupun Kampung Rambutan. Lonjakan penumpang terutama terjadi bagi perusahaan otobus (PO) bus dengan trayek antar lintas Sumatera.

Tetapi kondisi lonjakan penumpang tidak dirasakan di Terminal Bekasi.

"Engga ada pengaruh, begini saja sepi. Teman-teman di terminal lain mah ramai sampai pakai bus candangan," kata Andre perwakilan dari PO bus Family Raya tujuan Padang, Sumatera Barat, Sabtu (9/2/2019).

Andre mengaku merasa iri dengan kondisi lonjakan di terminal lain.

Suasana sepi penumpang di Terminal Terpadu Bekasi, Sabtu (9/2).
Suasana sepi penumpang di Terminal Terpadu Bekasi, Sabtu (9/2). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

"Di group Whatsapp ramai itu, anak-anak di terminal lain pada seneng banyak penumpang. Kan kalau penumpang banyak suka ada bonus nantinya," ungkapnya.

Ia menjelaskan sopir maupun kenek di PO nya dibayar tiap kali perjalanan. Sehingga jika ramai penumpang bisa kemungkinan menambah pendapat mereka.

"Ya kita kan dibayar pertiap kali perjalanan, engga full kan satu kali perjalanan sampai tujuan ada beberapa supirnya. Hitungannya biasanya seminggu paling tiap supir dua kali perjalanan, kalau ada lonjakannya bisa lebih dari itu," katanya tanpa merinci besaran pendapatannya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved