Melongok Potensi Ekowisata Hutan Mangrove Gaet Wisatawan sebagai Destinasi Favorit

Kegiatan itu sebagai bentuk pengembangan ekowisata hutan mangrove yang menjadi salah satu obyek wisata paling diminati di Kota Langsa.

Melongok Potensi Ekowisata Hutan Mangrove Gaet Wisatawan sebagai Destinasi Favorit
Kompas.com
Ekowisata hutan mangrove menjadi destinasi yang diminati. 

Pemerintah Kota Langsa bekerja sama dengan Direktorat Jenderal, Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup (PDASHL KLHK) menanam 5.000 pohon mangrove di Desa Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Aceh, Jumat (8/2/2019).

Kegiatan itu sebagai bentuk pengembangan ekowisata hutan mangrove yang menjadi salah satu obyek wisata paling diminati di Kota Langsa.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, dalam laman resmi Pemerintah Kota Langsa menyebutkan pemerintahnya fokus mengembangkan ekowisata.

“Langsa punya lahan basah cukup luas, dengan 30 jenis bakau, ada juga fauna endemik seperti lumba lumba, burung dan monyet, ini menjadi karunia Allah SWT untuk wisata Langsa,” katanya.

PENANAMAN pohon mangrove di area tubir Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Selasa (19/6/2018). Pelestarian Lingkungan atas kemitraan PT CNOOC SES, Balai Taman Nasional SPTN Pulau Kelapa dan SPKP Bintang Laut itu bertujuan untuk mencegah terjadinya abrasi.
PENANAMAN pohon mangrove di area tubir Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Selasa (19/6/2018). Pelestarian Lingkungan atas kemitraan PT CNOOC SES, Balai Taman Nasional SPTN Pulau Kelapa dan SPKP Bintang Laut itu bertujuan untuk mencegah terjadinya abrasi. (Istimewa)

Dia menegaskan, Pemerintah Kota Langsa berupaya menjalankan konsep konservasi berbasis kesejahteraan melalui pengembangan ekowisata hutan mangrove.

Dengan begitu diharapkan diharapkan mangrove lestari, pendapatan masyarakat meningkat, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat semakin baik.

Penanaman kembali hutan bakau sebelumnya juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dalam dan luar negeri.

Ilustrasi. Kawasan Hutan Mangrove dekat proyek PLTU Muara Tawar di Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Ilustrasi. Kawasan Hutan Mangrove dekat proyek PLTU Muara Tawar di Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Muhamad Azzam)

Selain itu, masyarakat desa juga diharapkan bisa membentuk petugas menjaga hutan mangrove, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk memfaatkan non kayu, seperti membuat sirup mangrove, dodol mangrove dan sebagainya.

“Ke depan, kita terus minta bantuan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu misalnya biaya patroli di hutan bakau, penambahan kamera pengawas dan melengkapi sarana dan prasarana. Sehingga kawasan ini menjadi ekowisata yang populer dan mensejahterakan masyarakat sekitarnya,” kata Usman. (Kontributor Lhokseumawe, Masriadi)

Tautan asal

Fadli Zon Bilang Puisinya untuk Makelar Doa Bukan KH Maimoen dan Ungkap Optimisme untuk Pilpres

Suka Duka Pemilik Warung Nasi Lewat Lubang di SCBD Kadang Pelanggan Lupa Bayar

Gebrakan menanam 500 pohon mangrove di Pulau Untung Jawa mewarnai Launching Ciri Centennial (CC).
Gebrakan menanam 500 pohon mangrove di Pulau Untung Jawa mewarnai Launching Ciri Centennial (CC). (Warta Kota)
20180920 Marinir Bersama Komponen Masyarakat Tanam Mangrove
20180920 Marinir Bersama Komponen Masyarakat Tanam Mangrove (Dispen Kormar)
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved