GPS Boleh Digunakan Pengemudi Asal dalam Kondisi Ini

Penggunaan GPS sempat menjadi polemik di masyarakat, terutama ketika dilarang. Namun ada ketentuannya ketika GPS bisa digunakan.

GPS Boleh Digunakan Pengemudi Asal dalam Kondisi Ini
etags.com
ILUSTRASI Penggunaan GPS saat berkendara 

BEBERAPA waktu lalu warga Jakarta dikejutkan dengan aturan lalu lintas yang melarang penggunaan Global Positioning System (GPS).

Penggunaan GPS dinilai bermanfaat untuk masyarakat yang mencari lokasi, terlebih banyak digunakan oleh sopir taksi daring.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri menjelaskan, hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan komunitas mobil terkait penggunaan GPS, dinilai sudah tepat.

Jelaskan Polemik Propaganda Rusia, Jokowi: Bukan Negara, tapi Terminologi

Sebab, hal itu bisa menurunkan konsentrasi pengemudi atau pengendara, yang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Dikutip dari Kompas.com, larangan menggunakan GPS saat berkendara tersebut bukan berarti pengendara tidak boleh sama sekali menggunakan aplikasi tersebut. Ada aturan yang ditetapkan oleh pihak kepolisian saat menggunakan GPS bagi pengendara.

"Jadi yang dilarang itu mengoperasikan atau mengaktifkannya dalam posisi kendaraan berjalan atau bergerak," kata jenderal bintang dua itu, ketika berbincang dengan Kompas.com di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (6/2/2019) malam.

Kalahkan Home United 3-1, Ivan Kolev Sebut Cara Bermain Persija Luar Biasa

Refdi melanjutkan, jika harus menggunakan layanan aplikasi tersebut, maka pengendara harus mengaktifkannya sebelum kendaraan mulai berjalan.

Sebelum melakukan perjalanan, pengemudi bisa menentukan terlebih dahulu alamat tujuan dan mengaktifkan GPS.

"Jadi berhenti dulu, setelah tujuannya sudah ada, maka boleh berjalan lagi sambil menggunakan GPS. Tetapi, kalau pakai GPS sambil memegang ponsel dan kendaraan sambil jalan, itu yang jelas dilarang dan akan kami tindak," papar Refdi.

Bus Kramat Jati Terjun Bebas di By Pass Cikopo, Dua Penumpang Tewas

Aturan ini tertuang dalam pasal 106 Ayat 1 dan pasal 283 UU 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaran bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraanya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

"Karena kalau kendaraan sambil berjalan lalu mengoperasikan GPS atau ponsel itu yang berbahaya," ucap Refdi. (*)

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved