Wali Kota Depok Klaim Programnya Berhasil Cegah Demam Berdarah

Idris Abdul Shomad menyebut bahwa program Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) berhasil

Wali Kota Depok Klaim Programnya Berhasil Cegah Demam Berdarah
Warta Kota
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad 

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad menyebut bahwa program Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) di 11 kecamatan di Kota Depok telah berhasil mencegah bertambahnya pasien demam berdarah dengue (DBD).

Program Gertak PSN di 11 kecamatan dimulai sejak awal Februari 2019. Gerakan ini dilakukan untuk mengantisipasi angka penderita DBD di Depok yang terus bertambah. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Depok, penderita DBD sepanjang 1-31 Januari 2019 mencapai 436.

"Gertak PSN di 11 kecamatan sangat efektif untuk mencegah warga agar tidak terkena DBD, dan itu sudah dilakukan sejak awal bulan ini (Februari)," ujar Idris di Balaikota Depok, Kamis (7/2/19).

Disampaikan Idris, keberhasilan program Gertak PSN bisa dilihat dari jumlah penderita DBD di RSUD Depok yang terus menurun. "Di RSUD yang pasien tadinya 200 sekarang 21 orang. Terapinya masih ditangani, yang lain rawat jalan," ucapnya.

Idris menyampaikan, Gertak PSN jauh lebih efektif dibandingkan menumpas nyamuk dengan cara pengasapan atau fogging. Pasalnya, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara PSN bertujuan membunuh jentik nyamuk. Untuk itu, dia meminta agar setiap juru pemantau jentik (jumantik) di 63 kelurahan se-Kota Depok bergerak aktif di wilayahnya masing-masing.

"Harus terus di follow up jangan sampai gerakan ini hidup hanya pada musim DBD saja. Tapi terus menerus setiap hari," katanya.

Sementara itu, merebaknya kasus DBD membuat permintaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok meningkat. Kepala Seksi Pelayanan dan Administrasi PMI Depok, Imron Maulana mengatakan, biasanya, dalam satu bulan rumah sakit hanya meminta 1-2 pendonor. Sejak kasus DBD meluas, jumlah pendonor yang diminta meningkat menjadi 6 orang.

Meski demikian, dia meyakinkan pasien bahwa stok darah dan pendonor di Kota Depok hingga kini masih dalam taraf aman. "Permintaan (darah) memang meningkat pesat, tapi alhamdulillah stok darah dan trombosit di PMI Depok masih teratasi," kata Imron.

Imron menjelaskan, terkait dengan kasus DBD ini, yang dicari rumah sakit adalah komponen darah jenis trombosit yang sangat dibutuhkan pasien. Satu pendonor dapat menghasilkan hingga 10 kantong trombosit.

"Jadi selama DBD menyerang di Januari-Februari ini sudah mengeluarkan 60 kantong darah trombosit ke rumah sakit," bilang Imron. Dia menambahkan, anggota pendonor yang tercatat di PMI Kota Depok mencapai 1.000 orang. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved