Sering Terjadi Tawuran, Wali Kota Jaksel: Mereka Senang, karena Ingin Menunjukkan Eksistensinya

WALI Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengaku belum mengetahui motif dari tawuran yang sering terjadi di wilayahnya.

Sering Terjadi Tawuran, Wali Kota Jaksel: Mereka Senang, karena Ingin Menunjukkan Eksistensinya
Warta Kota/Feryanto Hadi
Dua kelompok pemuda di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, melakukan aksi tawuran di Jalan Rambutan, Kawasan Saharjo, Tebet, Jakarta, Selasa (22/1/2019) malam. 

Motif dari tawuran di Jakarta Selatan belum diketahui.  Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menduga, motifnya karena senang tawuran. Kaum muda itu ingin menunjukkan eksistensinya. Padahal, tawuran itu justru membuat resah para pelintas di lokasi kejadian. 

WALI Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengaku belum mengetahui motif dari tawuran yang sering terjadi di wilayahnya.

Namun, Marullah Matali menduga motif tawuran tak berbeda jauh dari yang pernah terjadi sebelumnya.

"Motifnya apa ya, kaya yang dulu-dulu saja. Mereka seneng aja gitu lah, anak - anak muda yang ingin menunjukan eksistensi kemudian ada beberapa yang masih belum bisa di dalaminya," ujar Marullah saat dihubungi, Rabu (6/2/2019).

Marullah juga menampik bila tawuran yang terjadi di Pasar Rumput dan Saharjo kemarin membuat warga setempat resah.

Menurut Marullah Matali, justru yang resah adalah warga yang tidak tinggal di sekitar lokasi tawuran, namun kebetulan sedang melintas ditempat kejadian.

Tawuran Dini Hari di Cakung, Satu Remaja Tewas Kehabisan Darah

12 Remaja Diamankan Polisi saat Menunggu Lawan Tawuran di Cawang

Tawuran Tambora Memakan Korban Jiwa, 13 Orang Diamankan

"Bukan warga (sekitar) yang resah, tapi saat tawuran ada masyarakat lain yang lewat," kata Marullah.

Saat ini, lanjut Marullah, beberapa oknum yang diduga menjadi provokator tawuran sudah diamankan pihak kepolisian.

Namun, Marullah enggan menyebutkan jumlah terduga yang sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

"Yang sekarang ini yang di Pasar Manggis ada yang diamankan. Ada beberapalah dari pihak polsek yang sudah disampaikan kepada saya sedang didalami," kata Marullah Matali.

Marullah sangat menyayangkan dan berharap kejadian seperti tawuran ini tidak dijadikan sebagai tradisi masyarakat sekitar.

Pasalnya dalam satu pekan sudah terjadi empat kali tawuran diwilayah yang sama yakni dua kali di Pasar Rumput dan dua kali di Saharjo.

Bahkan akibat tawuran, fasilitas umum seperti halte Trasjakarta tak luput dari amukan massa.

"Ya mudah - mudahan si bukan jadi tradisi," kata Marullah. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved