Kasus Penganiayaan Penyelidik KPK, Polisi Sita CCTV Hotel Borobudur dan Periksa Tiga Sekuriti

KASUS dugaan penganiayaan terhadap penyelidik KPK di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/2/2019) malam lalu, terus bergulir.

Kasus Penganiayaan Penyelidik KPK, Polisi Sita CCTV Hotel Borobudur dan Periksa Tiga Sekuriti
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/2/2019). 

KASUS dugaan penganiayaan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/2/2019) malam lalu, terus bergulir.

Polda Metro Jaya kini telah menyita CCTV di hotel tersebut, dan menganalisanya di laboratorium forensik untuk mengungkap pelaku pengeroyokan. Polisi juga telah memeriksa tiga petugas keamanan atau sekuriti hotel.

"Untuk perkembangan kasus dugaan penganiayaan pegawai KPK. Pertama, penyidik sudah memeriksa tiga sekuriti di TKP. Selain itu, penyidik sudah menyita CCTV hotel dan sedang kita bungkus untuk dikirim ke labfor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/2/2019).

Luhut Panjaitan: Jokowi Lemah Lembut tapi Tegas, Setegas Jenderal Kopassus

Sehingga, kata Argo Yuwono, hasil rekaman CCTV itu akan dilihat dan dianalisis di Laboratorium Forensik, untuk memastikan apa yang terjadi, dan mengidentifikasi pelaku yang diduga menganiaya penyelidik KPK.

"Jadi di Labfor, CCTV akan dilihat dan dianalisis," jelasnya.

Selain itu, kata Argo Yuwono, sesuai agenda yang dijadawalkan, Rabu hari ini penyidik akan meminta keterangan pelapor dan korban penganiayaan dari KPK.

Dituding Aniaya Pegawai KPK, Pemprov Papua Melapor Balik ke Polda Metro Jaya

"Dua pegawai KPK ini, untuk hari ini kita akan minta keterangan kembali. Masalah teknis akan kita komunikasikan antara penyidik dengan pegawai KPK," tuturnya.

Sebelumnya, Argo Yuwono menjelaskan, penganiayaan yang dialami penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Sabtu (2/2/2019) malam, diduga dilakukan oleh 10 orang.

Hal itu, kata Argo Yuwono, berdasarkan laporan yang dilakukan saksi dan korban pada Minggu (3/2/2019) pukul 14.30.

Tawuran Dini Hari di Cakung, Satu Remaja Tewas Kehabisan Darah

Karenanya, kata Argo Yuwono, dalam laporannya, polisi memasukkan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta pasal 211 KUHP dan pasal 212 KUHP tentang melawan dan menghalangi tugas aparatur negara yang dapat dikenakan ke para pelaku.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved