Liliyana Natsir Bisa Bekerja Sebagai PNS Mulai 1 Maret 2019

Ridwan mengakui hasil seleksi kompetensi dasar yang diraih Butet dalam tes CPNS pada akhir 2018 lebih tinggi dari rata-rata hasil CPNS formasi umum.

Liliyana Natsir Bisa Bekerja Sebagai PNS Mulai 1 Maret 2019
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Atlet bulu tangkis Lilyana Natsir bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1/2019). Lilyana yang baru saja memutuskan untuk pensiun pamitan ke Jokowi. 

Liliyana Natsir bisa bekerja mulai 1 Maret 2019 jika berkas-berkasnya sudah diterima Badan Kepegawaian Nasional akhir Februari 2019.

BADAN Kepegawaian Nasional (BKN) meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk segera menyerahkan pemberkasan pengangkatan atlet-atlet berprestasi nasional, termasuk mantan atlet bulu tangkis Liliyana Natsir, paling lambat pada akhir Februari 2019 sehingga mereka dapat mulai bekerja pada 1 Maret.

"Pemeriksaan hasil ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) di BKN sudah selesai dan saat ini proses administrasi masih berjalan di Kemenpora. Kemenpora, sebagaimana kementerian dan lembaga lain, akan memasukkan data administrasi setiap CPNS ke kami untuk ditetapkan nomor induk pegawainya," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara Mohammad Ridwan.

Masing-masing kementerian dan lembaga negara, lanjut Ridwan, akan mengeluarkan surat keputusan CPNS yang sesuai dengan jumlah calon pegawai yang lolos seleksi sebelum menggelar pendidikan dan pelatihan.

"Nanti, para CPNS itu akan mengikuti diklat terintegrasi yang sebelumnya bernama diklat pra-jabatan. Kegiatan itu meliputi pendidikan di dalam ruangan serta lapangan, termasuk kegiatan pemantauan oleh mentor," katanya.

Susy Susanti Inginkan Kevin/Marcus Pilih Turnamen Utama di 2019

Terkait penugasan dari Presiden Joko Widodo kepada Liliyana Natsir, atau akrab disapa Butet, Ridwan mengatakan wewenang penugasan secara teknis untuk atlet dan pelatih berada di bawah Kemenpora.

"Liliyana kan sudah bilang akan pensiun sebagai atlet. Nanti akan didesain, katakanlah menjadi pelatih atau mentor. Itu berbeda dengan atlet-atlet lain yang masih aktif. Tapi, kewenangan itu ada pada Kemenpora," katanya dikutip dari Antaranews.

Ridwan mengakui hasil seleksi kompetensi dasar yang diraih Butet dalam tes CPNS pada akhir 2018 lebih tinggi dari rata-rata hasil CPNS formasi umum.

"Kebetulan, saya melihat sendiri kalau nilai Liliyana itu lebih tinggi dari rata-rata. Atlet-atlet yang punya prestasi secara internasional rata-rata mampu bersaing dengan peserta CPNS formasi umum dari hasil tes yang mereka ikuti," ujar Ridwan tanpa menyebut atlet-atlet yang punya nilai tes CPNS di atas rata-rata nilai formasi umum.

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved