INFO KEMENTERIAN

Pemerintah Serius Perangi Kemiskinan, PKH Turut Bangun Manusia Indonesia yang Tangguh

Pertengahan Januari lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa angka kemiskinan di Indonesia kembali turun dari 9,82 persen ke 9,66 persen.

Pemerintah Serius Perangi Kemiskinan, PKH Turut Bangun Manusia Indonesia yang Tangguh
Dok. Humas Kementerian Sosial
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat (kiri) dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (kanan) berdialog dengan warga penerima manfaat pada acara penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Parung Bogor, Jumat (1/2/2019). 

WARTA KOTA, BOGOR — Pemerintahan Jokowi-Kalla  sangat serius memerangi kemiskinan dan ketimpangan. Hal ini diwujudkan dengan meningkatkan anggaran bantuan sosial (bansos) maupun perluasan target sasaran. 

"Salah satu program bantuan sosial yang berkontribusi besar terhadap penurunan angka kemiskinan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang terintegrasi dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Rastra,” terang Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, di hadapan 900 keluarga penerima manfaat (KPM) pada acara penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Parung Bogor, Jumat (1/2/2019).

Menurut Airlangga, kebijakan peningkatan anggaran PKH dari hanya Rp 5,6 triliun di tahun 2014 ke Rp 34.4 triliun di tahun 2019 merupakan bukti nyata dari komitmen Pemerintahan Jokowi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat lapisan bawah. 

Pertengahan Januari lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa angka kemiskinan di Indonesia kembali turun dari 9,82 persen ke 9,66 persen.

Empat faktor

Dalam keterangan resminya, Sabtu (2/2), Airlangga menyampaikan bahwa ada 4 faktor yang membuat PKH efektif dalam menurunkan angka kemiskinan, yaitu murah, mudah, berkah dan cerah.

Pertama, PKH memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin pada aspek pendapatan dan konsumsi atau kebutuhan dasar.

Dengan bantuan PKH dan BPNT, KPM bisa membeli kebutuhan pokok pangan yang berkualitas baik dan kebutuhan sekolah anak dengan harga yang murah sehingga kesehatan dan gizi keluarga lebih terjaga.

KPM juga dapat membeli kebutuhan sekolah anak sehingga pendidikan anak lebih terperhatikan. Yang terpenting, anak tumbuh sehat dan terhindar dari gizi buruk atau stunting, imbuh Airlangga. 

Faktor kedua, PKH melalui para Pendamping, harus mampu mendorong perubahan pola pikir dan perilaku KPM PKH untuk lebih memperhatikan pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi keluarga sehingga hidup mudah. 

Halaman
123
Penulis:
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved