Kemenhub Fokus Jadikan Kereta Api Sebagai Angkutan Umum Massal Perkotaaan

Keunggulan moda transportasi tersebut antara lain memiliki kapasitas angkut massal, waktu tempuh yang lebih pasti, hemat bahan bakar.

Kemenhub Fokus Jadikan Kereta Api Sebagai Angkutan Umum Massal Perkotaaan
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi: Pembangunan stasiun di jalur Light Rail Transit (LRT) Jabodebek berlangsung di koridor jalan tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2019). 

PEMERINTAH melalui Kementerian Perhubungan memilih untuk berfokus pada pengembangan pembangunan angkutan transportasi massal, yaitu transportasi kereta api.

Pilihan terhadap pengembangan moda kereta api karena memiliki banyak keunggulan apabila dibandingkan moda transportasi lainnya.

"Keunggulan moda transportasi tersebut antara lain memiliki kapasitas angkut massal, waktu tempuh yang lebih pasti, hemat bahan bakar. Selain itu juga menghasilkan emisi gas buang yang rendah, serta tujuan pemberhentian yang bisa menjangkau pusat-pusat perekonomian," kata Zulfikri, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Sabtu (2/2/2019).

Karena itu, berbagai aspek keunggulan tersebut, lanjut Zulfikri, yang mendorong Pemerintah untuk mengembangkan pembangunan LRT, MRT, KA Bandara, maupun pengembangan double-duble track.

Hal itu untuk mendukung penyediaan angkutan massal guna memenuhi mobilitas masyarakat.

"Untuk LRT Sumatera Selatan yang juga merupakan LRT pertama yang beroperasi di Indonesia, pada awalnya dioperasikan untuk mendukung mobilitas para atlet maupun official dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam Penyelenggaraan Asian Games 2018. Dan dari fakta di lapangan, pilihan pengoperasian LRT Sumsel ini juga memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan Asian Games tersebut," jelas Zulfikri.

Selain itu, tambah Zulfikri, pembangunan LRT yang letak stasiun-stasiunnya dekat dengan pusat aktifitas ekonomi masyarakat kota Palembang ini, juga dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat di Wilayah Sumatera Selatan, khususnya di kota Palembang.

Sebagai Informasi, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan DIVRE III PT.KAI (Persero) bahwa jumlah penumpang yang menggunakan layanan LRT Sumsel selama periode Juli 2018 – Januari 2019 telah mencapai ±1.074.386 penumpang.

Dari total jumlah penumpang tersebut, rata-rata penumpang pada weekday(hari kerja) adalah sebanyak 4.367 penumpang.

Sedangkan pada masa weekend(akhir pekan) rata-rata penumpang yang menggunakan LRT Sumsel ini naik menjadi 5.286 penumpang.

Halaman
123
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved