Siswi yang Dihukum Push-up Setuju Pindah Sekolah ke Depok

Siswi yang dihukum push-up karena menunggak uang sekolah, akhirnya setuju untuk pindah sekolah ke Cilangkap, Depok.

Siswi yang Dihukum Push-up Setuju Pindah Sekolah ke Depok
Warta Kota/Gopis Simatupang
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna. 

GNS (10), siswi yang mendapat hukuman push-up karena masih menunggak iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), akhirnya setuju untuk pindah dari SDIT Bina Mujtama di wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, ke wilayah Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, di Gedung Balai Kota Depok, Kamis (31/1/2019).

Pradi mengatakan, sebelumnya pihaknya lebih dulu berkoordinasi dengan Pemkab Bogor untuk mencari jalan keluar permasalahan yang dialami GNS, warga Kampung Sidamukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

"Terkait dengan anak yang kemarin itu, ternyata memang kejadiannya kan tidak di kita. Kejadiannya di wilayah Bogor. Makanya kami koordinasi melalui dinas terkait kepada pemerintah kota Bogor dan alhamdulillah itu sudah dilakukan," ujar Pradi.

Karena GNS merupakan warga Kota Depok, kata Pradi, pihaknya lalu menawarkan kepada orangtua GNS agar mau sekolah di wilayah Depok saja.

Rupanya, tawaran ini mendapat sambutan positif.

"Kami memberikan peluang untuk bisa sekolah di Kota Depok. Informasi terakhir, siap untuk dipindah sekolah ke Kota Depok di daerah Cilangkap," ungkap Pradi.

Kasus hukuman push-up ini viral di media sosial dan menyedot perhatian khalayak luas. Bahkan, polisi hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sampai turun tangan.

GNS mengaku dihukum push-up 100 kali, meski pihak sekolah menyebut hanya 10 kali.

Menurut pihak sekolah, sudah lebih dari 10 bulan orangtua GNS belum melunasi SPP. Gara-gara itu, GNS dihukum push-up beberapa kali hingga perutnya sakit.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved