Penyelundupan Ganja Cair Modus Dikirim Lewat Tisu Basah Digagalkan karena Terendus Petugas

Tersangka diancam pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Penyelundupan Ganja Cair Modus Dikirim Lewat Tisu Basah Digagalkan karena Terendus Petugas
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Narkoba jenis Tetrahydrocannabinol (THC) atau ganja cair yang dikemas dalam bentuk tisu basah berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan. 

Narkoba jenis Tetrahydrocannabinol (THC) atau ganja cair yang dikemas dalam bentuk tisu basah berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan.

Penyelundupan dengan modus dan gaya baru itu dikirimkan melalui jasa pengiriman paket dari Amerika Serikat menuju wilayah di Tangerang Selatan.

Paket yang dikirim bulan Oktober 2018 itu awalnya diendus oleh pihak Bea Cukai yang curiga dengan paket tisu basah dari Amerika.

Narkoba jenis Tetrahydrocannabinol (THC) atau ganja cair yang dikemas dalam bentuk tisu basah berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan.
Narkoba jenis Tetrahydrocannabinol (THC) atau ganja cair yang dikemas dalam bentuk tisu basah berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan. (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Kemudian hal itu disampaikan kepada BNN Kota Tangsel.

"Petugas BNN Kota Tangsel kemudian melakukan uji laboratorium ke pusat laboratorium BNN, pada paket pos tersebut benar paket tersebut positif mengandung narkotika golongan I, Tetrahydrocannabinol," ujar Kepala BNN Banten, Brigjen Pol, Tantan Sulistyana di Setu, Tangerang Selatan, Kamis (31/1/2019).

Setelah itu, BNN Kota Tangerang Selatan mulai melakukan penyelidikan atas pemesan barang ilegal yang memiliki berat 7,2094 gram.

Diketahui pemiliknya adalah AD (28) yang berhasil diringkus petugas pada 22 Januari 2019 lalu.

Namun, masih ada tersangka lainnya yang kini masih berstatus buron.

"Barang itu dipesan keduanya ketika di Filipina melalui internet," jelas Tantan.

Dari keterangan tersangka, diketahui narkotika cair itu akan digunakan sebagai liquid untuk Vape atau rokok elektrik.

Kepala BNN Kota Tangsel, AKBP Stince Djonso menerangkan, Tetrahydrocannabinol (THC) atau ganja cair memiliki kesamaan efek dengan ganja kering.

"Penggunaan ganja cair dapat dicampur untuk bahan makanan, misalnya brownies. Yang ini akan digunakan untuk vape," terang Stince.

Untuk memertanggungjawabkan perbuatannya membeli barang haram, AD dijerat pasal 113 Ayat (2) Subsider Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tersangka diancam pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved