Pemkot Jakut Bentuk Grup Traffict Accident Demi Tekan Angka Kecelakaan

Grup itu melibatkan berbagai pihak terkait mulai dari Sudin Perhubungan, Sudin Bina Marga, Sudin Kesehatan, Satpol PP, hingga polisi.

Pemkot Jakut Bentuk Grup Traffict Accident Demi Tekan Angka Kecelakaan
Dok. Unit Laka Lantas Polres Purwakarta
Ilustrasi. Wakil Ketua DPRD Kota Banjar dari PDI Perjuangan Anwar Hartono, bersama ajudannya, Dedi Wahyudi, tewas dalam kecelakaan di Tol Cipularang KM 94,8, Rabu (23/1/2019) sekitar pukul 04.30 WIB. Tampak mobil Toyota Kijang Innova yang ditumpangi kedua korban tewas. 

Pemerintah Kota Jakarta Utara membentuk grup WhatsApp bernama ‘Traffict Accident’ yang berisikan berbagai instansi terkait.

Kebijakan itu diambil untuk menekan angka kecelakaan di Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Benhard Hutajulu mengatakan, nantinya, grup tersebut akan melibatkan berbagai pihak terkait mulai dari Sudin Perhubungan, Sudin Bina Marga, Sudin Kesehatan, Satpol PP, hingga polisi.

“Keterlibatan jajaran samping dalam grup tersebut bertujuan untuk adanya sinergitas,” ungkap Benhard, Kamis (31/1/2019).

Sehingga nantinya instansi terkait itu bisa mengambil tindakan cepat jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan pada sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara mulai dari sisi penanganan maupun antisipasi atau pencegahan.

Selain itu ada sejumlah catatan yang harus diperbaiki ke depannya supaya kecelakaan tidak terjadi lagi.

Perbaikan infrastruktur menjadi poin penting karena kecelakaan juga diakibatkan permasalaham tersebut.

“Sisi infrastruktur seperti kondisi jalan yang rusak, hingga penerangan yang kurang harus diperbaiki kedepannya karena juga jadi faktor penyebab kecelakaan,” jelasnya.

Benhard menambahkan pihaknya juga akan menggandeng perusahaan hingga asosiasi perusahaan penyedia angkutan barang.

Pasalnya, kecelakaan yang terjadi juga akibat buruknya fisik kendaraan dan ketidakcakapan pengendara.

“Ini jadi perhatian kita agar para perusahaan maupun asosiasi perusahaan penyedia angkutan umum menyiapkan kendaraan laik jalan hingga pengendara yang cakap,” tutupnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, kecelakaan yang terjadi di Jakarta Utara sepanjang tahun 2018 ada sebanyak 821 kasus. Mayoritas melibatkan kendaraan pribadi maupun angkutan umum kontra truk trailer (angkutan barang).

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved