Properti

Ini Program Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah Plus yang Diusulkan REI

DPP Real Estat Indonesia (REI) mengusulkan program Rumah MBR Plus kepada pemerintah pusat. Begini penjelasannya.

Ini Program Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah Plus yang Diusulkan REI
Istimewa
ILUSTRASI rumah subsidi 

“Harga rumah MBR Plus itu satu sampai dua kali rumah MBR, selisih dari rumah MBR yang dibayar tax penuh. Jadi tidak full karena kalau full sama dengan satu rumah baru."

DEWAN Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) mengusulkan program Rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) Plus demi mengakomodasi kalangan masyarakat berpendapatan sedikit di atas ketentuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan, sasaran program MBR Plus yaitu masyarakat dengan gaji sedikit di atas upah minimum regional (UMR) yang ingin memiliki hunian dekat pusat aktivitas.

“Ada orang yang penghasilannya di atas MBR, mestinya dia mampu beli rumah tapak dengan jarak maksimal 20 kilometer karena syarat rumah MBR itu di atas 20 kilometer dari kota,” ujar Totok kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dari segi harga, lanjutnya, rumah MBR Plus dua kali lipat dari harga rumah MBR. Untuk meringankan pembiayaan, pembelinya hanya membayar bunga dari selisih harga antara rumah MBR dan MBR Plus.

“Harga rumah MBR Plus itu satu sampai dua kali rumah MBR, selisih dari rumah MBR yang dibayar tax penuh. Jadi tidak full karena kalau full sama dengan satu rumah baru. Kasihan juga mereka,” ucap Totok.

Anies Rencanakan Rusunawa Bisa Dimiliki Masyarakat Berpenghasilan Rendah Setelah 20 Tahun

Rusunami DP 0 Rupiah Bukan Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Sebagai contoh, jika harga rumah subsidi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) saat ini adalah Rp 130.000.000. Maka, harga rumah MBR Plus bisa mencapai Rp 260.000.

Dia menuturkan, usulan Program MBR Plus tersebut telah diajukan ke pemerintah pusat, termasuk Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Kementerian PUPR.

Dia mengharapkan usulan ini mendapat respons positif dan keputusannya segera keluar dalam waktu dekat, bersamaan dengan penetapan kenaikan harga rumah subsidi yang direncanakan paling lambat 1 April 2019. (Erwin Hutapea)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Program Rumah MBR Plus"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved