Ahmad Dhani Dipenjara, Fadli Zon: Ini Kriminalisasi

MUSIKUS sekaligus politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani harus mendekam 1,5 tahun di penjara, setelah divonis bersalah dalam kasus ujaran kebencian.

Ahmad Dhani Dipenjara, Fadli Zon: Ini Kriminalisasi
twitter
Ahmad Dhani dan Fadli Zon 

MUSIKUS sekaligus politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani  harus mendekam 1,5 tahun di penjara, setelah divonis bersalah dalam kasus ujaran kebencian.

Kasus tersebut bermula dari cuitan Ahmad Dhani di akun twitter pribadinya pada Maret 2017 lalu.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang juga sahabat Ahmad Dhani mengatakan, keputusan penjara untuk Ahmad Dhani ini sebagai bentuk pembatasan orang berpendapat.

Pramono Anung Pastikan Uang Rp 2 Miliar untuk Beli Sabun Cuci Piring Berasal dari Dana TKN Jokowi

“Sekarang ini bagi saya membahayakan demokrasi kita, karena ini membatasi hak berpendapat, baik tulisan dan lisan yang dijamin oleh konstitusi kita,” tutur Fadli Zon saat ditemui di acara pembacan petisi untuk Ahmad Dhani di DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Fadli Zon juga menyebutkan, kejadian yang menimpa Ahmad Dhani ini sebagai bentuk tidakprofesionalan para penindak hukum terhadap orang-orang yang berlawanan dengan pemerintah.

“Ini kriminalisasi, inilah akibat para penegak hukum bersikap tidak profesional. Saya lihat di Kejaksaan Agung orang partai politik bertentangan dengan opisisi, sehingga bisa sangat membahayakan hukum,” kata Fadli Zon.

Soal Pembebasan Abu Bakar Baasyir, Ombudsman Nilai Pilihan Jokowi Tinggal Diskresi

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengkritik keadaan hukum selama pemeritahan Joko Widodo yang dianggap sebagai alat permainan politik.

“Hukum di era Pak Joko Widodo ini banyak menjadi permainan politik dan manuver politik, dan menurut saya membahayakan, dan ini menjadi keprihatinan banyak pendukung kami,” ujar Fadli Zon.

Sebelumnya, majelis hakim nenyimpulkan perbuatan Ahmad Dhani telah memenuhi semua unsur pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Debat Kedua Pilpres 2019 Tanpa Kisi-kisi, Jusuf Kalla Bilang Jokowi Harus Belajar Lebih Banyak Lagi

Ahmad Dhani kini menjadi penghuni LP Cipinang, Jakarta Timur. Hari ini, tim kuasa hukum akan melakukan upaya banding.

Hendarsam Marantoko, kuasa hukum Ahmad Dhani mengatakan, pihaknya keberatan dengan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019) lalu.

"Ya, besok kita banding jam 10 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kita harus konsisten dengan pembelaan kita, karena banyak sekali pertimbangan hukum yang merugikan Ahmad Dhani," papar Hendarsam di Kantor DPP Partai Gerindra, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Nelayan Minta Jokowi Bikin Bulog untuk Sektor Pertanian

Menurut Hendarsam, upaya tersebut dirasa sangat penting. Ia berharap majelis hakim bisa mempertimbangkan putusan terhadap Ahmad Dhani.

"Kalau itu kita enggak banding akan jadi sumber hukum. Ini bahaya sekali hukum kita, kita punya kepentingan hukum yang lebih besar supaya kasus ini jangan jadi barometer untuk menghantam orang-orang yang tidak suka terhadap penista agama, terhadap koruptor," beber Hendarsam. (Apfia Tioconny Billy/Nurul Hanna)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved