Kasus Ratna Sarumpaet

Polisi Kawal Ratna Sarumpaet Sampai Tahanan saat Diserahkan ke Kejaksaan Besok

Pelimpahan tahap ke dua ini, Kamis, selain melimpahkan tersangka Ratna Sarumpaet, juga turut dilimpahkan barang bukti kasus dari penyidik ke kejaksaan

Polisi Kawal Ratna Sarumpaet Sampai Tahanan saat Diserahkan ke Kejaksaan Besok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/1/2019). 

Semanggi, Warta Kota -- Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan melimpahkan atau menyerahkan tersangka kasus hoaks Ratna Sarumpaet ke Kejati DKI, Kamis (31/1/2019).

Hal itu merupakan pelimpahan tahap dua karena berkas kasus hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet ini sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.

Berkas dilimpahkan penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi DKI, Kamis (10/1/2019) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan dalam pelimpahan tahap ke dua ini, Kamis, selain melimpahkan tersangka Ratna Sarumpaet, juga turut dilimpahkan barang bukti kasus dari penyidik ke kejaksaan.

"Dalam penyerahan tersangka ini kita lakukan juga pengamanan dan pengawalan ya. Karena kita belum tahu, nantinya oleh penuntut umum ibu Ratna Sarumpaet akan ditahan di mana. Jadi kita lakukan pemantauan dan pengamanan juga membantu kejaksaan. Supaya jangan sampai ada terjadi hal yang tidak kita inginkan di sana," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/1/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/1/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/1/2019). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Sebelumnya berkas kasus Ratna ini sempat dikembalikan kejaksaan ke penyidik karena dinyatakan belum lengkap, November 2018 lalu.

Argo mengatakan dinyatakan lengkapnya berkas perkara dengan tersangka Ratna Sarumpaet ini setelah penyidik mengikuti seluruh petunjuk jaksa saat berkas dikembalikan November 2018 lalu.

"Salah satunya adalah dengan memanggil saksi baru. Semuanya ada 10 item yang sudah dilengkapi termasuk keterangan saksi baru," katanya.
.
Dalam berkas perkara No.685/XI/2018/Dit. Reskrimum ini, disebutkan bahwa budayawan dan aktivis Ratna Sarumpaet diduga melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau informasi bohong, dan dengan sengaja menyebabkan keonaran di tengah masyarakat.

Sebab ia mengaku telah dianiaya sejumlah orang di Bandung dengan menyebarkan foto wajahnya yang lebam.

Belakangan diketahui wajah lebam Ratna karena ia baru saja menjalani operasi plastik wajah di salah satu rumah sakit estetika di Jakarta.

Akibat perbuatannya itu, Ratna diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI No.19/2016 tentang perubahan UU RI No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 14 ayat (1) UU No. RI No.1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved