Unjuk Rasa Diwarnai Bakar Ban di Depan Gerbang Ancol

Aksi unjuk rasa diwarnai bakar ban digelar sejumlah pemuda di depan gerbang Taman Impian Jaya Ancol.

Unjuk Rasa Diwarnai Bakar Ban di Depan Gerbang Ancol
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Aksi demo diwarnai bakar ban terjadi di depan gerbang barat Taman Impian Jaya Ancol, Selasa (29/1/2019). 

Puluhan orang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gerbang Barat Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (29/1).

Aksi demo sempat diwarnai bakar ban dan adu mulut antara pendemo dengan petugas keamanan.

Pantauan di lokasi, massa yang melakukan aksi demo tergabung dalam Gerakan Lintas Aktivis Mahasiswa (GLAM) dan Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK). Massa yang membawa spanduk juga sempat membakar ban di sela-sela orasi.

Melihat hal itu, beberapa petugas keamanan langsung bergerak cepat memadamkan api yang berasal dari ban terbakar. Adu mulut juga sempst terjadi antara pendemo dengan petugas keamanan. Meski demikian unjuk rasa berlangsung cukup kondusif.

Seorang koordinator aksi, Hayum mengatakan mereka menuntut Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol, C. Paul Tehusijarana mundur dari jabatannya. Mereka beralasan Paul tidak bisa mengelola TIJA dengan baik.

“(Paul) tidak bisa menjalankan kinerjanya secara profesional, secara kuantitas untuk pendapatan DKI melalui aset Ancol yang kita ketahui bersama-sama. Dari hal itu lah bahan fokus kami untuk menyampaikan kritik kami di depan Ancol,” katanya.

Hayum dan massa aksi mengklaim Paul tidak mampu mengelola TIJA dengan cara yang profesional. Akibatnya pendapatan tempat wisata milik Pemprov DKI Jakarta tersebut diklaim mengalami penurunan.

Vice President Corporate Secretary TIJA, Agung Praptono mengatakan aksi demo para mahasiswa itu tidak memiliki izin. Para pendemo tersebut seharusnya menyampaikan aspirasi pada Senin (28/1) kemarin.

“Terkait aksi ini kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian. Demonya harusnya kemarin, jadi kalau untuk hari ini nggak ada pemberitahuan. Tapi kita tetap buka pintu masuk, dua pintu, satu untuk motor, satu untuk mobil,” katanya.

Beberapa loket masuk di Gerbang Barat TIJA terpantau tutup selama aksi demo. Hanya ada dua loket masuk saja yang tetap dibuka. Sementara pembatas lokasi unjuk rasa dengan loket masuk juga dipasang agar bisa dilalui.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved