Mengais Rezeki di Pinggir Kali Ciliwung, Azis Sekolahkan Anak hingga Sarjana

Sambil memegang tambang yang dikaitkan di katrol, ia menarik perahu kecil itu menggunakan satu tangannya hingga tiba di pinggir Kali Ciliwung.

Mengais Rezeki di Pinggir Kali Ciliwung, Azis Sekolahkan Anak hingga Sarjana
Warta Kota/Rangga Baskoro
Aziz ketika ditemui di Jalan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (29/1). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

Warta Kota, Jatinegara -- Seorang pria berbaju kuning berusaha meminggirkan sampannya.

Sambil memegang tambang yang dikaitkan di katrol, ia menarik perahu kecil itu menggunakan satu tangannya hingga tiba di pinggir Kali Ciliwung.

Bukan seorang nahkoda mahir yang bertindak sebagai kapten di sampan tersebut.

Azis (49) hanya lah seorang pria biasa yang menggantungkan hidupnya selama 32 tahun di pinggiran Kali Ciliwung.

Tak adanya jembatan penghubung antara Bukit Duri menuju Kampung Pulo dimanfaatkan Azis untuk mengais rezeki.

Perahu kecil yang dibuatnya sebagai sarana transportasi penyeberangan sangat berjasa mengantarkan masyarakat sekitar ketika hendak menyeberang.

"Kalau sehari paling bisa angkut 200 orang. Macam-macam yang naik, anak-anak, ibu-ibu, tukang jualan," ungkap pria asal Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah itu ketika ditemui di Jalan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (29/1).

Azis merupakan saksi pembangunan Kali Ciliwung sejak tahun 1987. Masih terekam jelas diingatannya tatkala lebar kali hanya sekira 20 meter saja.

Belum ada beton sheet pile berdiri tegak. Hanya deretan rumah semi permanen warga yang membentang sepanjang bibir Kali Ciliwung.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved