Krisis Venezuela

Ikuti 4 Negara Lainnya, Australia Akui Pemimpin Oposisi Juan Guaido sebagai Pemimpin Venezuela

Australia mengikuti pengakuan yang sudah diberikan sebelumnya oleh AS, Inggris, Jerman dan Perancis.

Ikuti 4 Negara Lainnya, Australia Akui Pemimpin Oposisi Juan Guaido sebagai Pemimpin Venezuela
AFP/Getty Images/mprnews.org
JUAN Guaido, pemimpin oposisi Venezuela yang mendeklarasikan diri sebagai presiden negara itu dan menuntut diadakannya pemilu. 

PEMERINTAH Australia mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai pemimpin sah negara itu.

Australia mengikuti pengakuan yang sudah diberikan sebelumnya oleh AS, Inggris, Jerman dan Perancis.

Donald Trump Siapkan Opsi Militer ke Venezuela untuk Jungkalkan Presiden Nicolas Maduro

Venezuela mengalami kekacauan di bawah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro, dengan kekurangan pangan yang berkelanjutan serta protes harian di tengah krisis ekonomi dan politik.

Dukung Oposisi, Atase Militer Venezuela Ini Membelot dari Presiden Nicolas Maduro

Pamerkan Kesetiaan Militer Venezuela, Nicolas Maduro Bersiap Gelar Latihan Perang Terbesar

Dalam sebuah pernyataannya, Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne mengatakan, Australia akan mendukung Guaido sampai pemilu diadakan.

"Australia menyerukan transisi ke demokrasi sesegera mungkin di Venezuela," kata Menlu Payne.

"Kami sekarang mendesak semua pihak untuk bekerja secara konstruktif menuju penyelesaian situasi yang damai, termasuk untuk kembali ke demokrasi, penghormatan terhadap supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia rakyat Venezuela," tambah Payne.

Maduro Sewa Tentara Bayaran Rusia untuk Melindungi Dirinya Hadapi Krisis Venezuela

Perjuangan atas kontrol di Venezuela beralih ke militer, mengingat para pendukung Guaido menyerahkan selebaran kepada tentara yang merinci usulan hukum amnesti yang akan melindungi mereka karena membantu menggulingkan Maduro.

Dalam sebuah siaran langsung, Guaido mendesak rakyat Venezuela untuk berpartisipasi dalam dua mobilisasi baru pekan depan.

Menurutnya, pada Rabu (30/1/2019), masyarakat harus berpartisipasi dalam aksi damai yang digelar selama dua jam.

Sementara pada Sabtu (2/2/2019), dia meminta para pendukungnya untuk mengadakan demonstrasi massal di "setiap sudut Venezuela" dan di seluruh dunia.

Guaido mengatakan, protes pada Sabtu itu bertepatan dengan tenggat waktu dari Uni Eropa bagi Maduro untuk menggelar pemilu. (ABC Australia)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved